Hamdan surati DPR untuk pilih 1 hakim konstitusi pengganti Akil

Jumat, 1 November 2013 17:25 Reporter : Yulistyo Pratomo
Hamdan surati DPR untuk pilih 1 hakim konstitusi pengganti Akil MK bentuk majelis kehormatan konstitusi. ©2013 Merdeka.com/Muhammad Luthfi Rahman

Merdeka.com - Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Akil Mochtar telah tertangkap tangan oleh KPK saat menerima uang suap perkara pemilihan kepala daerah Lebak, Banten. Penangkapan tersebut membuat posisi hakim konstitusi jadi berkurang satu dari seharusnya sembilan orang.

Melihat hal ini, Ketua MK yang baru terpilih, Hamdan Zoelva berjanji akan segera menindaklanjuti keputusan Majelis Kehormatan Hakim Konstitusi (MKH) terkait pemberhentian Akil. Setelah itu, dirinya akan mengirimkan surat kepada DPR agar segera memilih satu hakim lagi yang akan ditempatkan di MK.

"Hari ini, majelis kehormatan MK sudah menjatuhkan putusan dan laporan tertulis untuk selanjutnya akan ditindak lanjuti, dan kami akan meminta kepada presiden untuk mengeluarkan kepres pemberhentian Bapak Akil, dan menyurati DPR untuk pergantian hakim konstitusi, Bapak Akil," kata Hamdan usai Rapat Pleno Pemilihan Ketua MK di Gedung MK, Jakarta, Jumat (1/11).

Soal proses pemilihan hakim konstitusi yang baru, dia menyerahkan sepenuhnya kepada DPR untuk menetapkannya. Pihaknya pun tidak akan merekomendasikan apapun kepada DPR.

"Terserah proses berjalan. Kami tidak merekomendasi, kami ini menerima. Dalam hal ini DPR, apapun terkait hakim konstitusi termasuk kriterianya," tandasnya.

Dia pun menyatakan tidak akan mendesak DPR untuk secepatnya menyiapkan seorang hakim konstitusi. "Tidak perlu desak karena DPR pasti tahu kami perlu 1 hakim konstitusi lagi," pungkasnya. [hhw]

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Mahkamah Konstitusi
  3. DPR
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini