Halal bihalal dengan Wartani, Puti dicurhati soal pengembangan pisang

Senin, 18 Juni 2018 14:07 Reporter : Bruriy Susanto
Puti bersama Wartani. ©2018 Merdeka.com

Merdeka.com - Calon Wakil Gubernur Jawa Timur, Puti Guntur Soekarno silaturahmi, halal bihalal dengan wadah aspirasi warga petani (Wartani) di Desa Curah Nongko, Kecamatan Tempurejo, Kabupaten Jember, Senin (18/6).

Cucu Presiden RI pertama Ir. Soekarno (Bung Karno) bertemu dengan wartani yang terdapat empat desa tersebut mengatakan, nuansa yang masih memasuki hari raya idulfitri keempat ini menyampaikan pesan salam juga dari Saifullah Yusuf atau Gus Ipul calon Gubernur Jawa Timur, mohon maaf lahir dan batin, minal aidin wal faidzin.

Disamping itu, bertemu dengan wartani ini, Mbak Puti panggilan akrabnya mengaku, kalau kedatangan dirinya dari Surabaya ke Jember di Desa Curah Nongko sudah diketahui Bupati Jember Faida. Tujuannya ingin mengetahui dan menjaring aspirasi warga dan petani yang berada di sekitar Desa Curah Nongko.

"Sebelum sampai di sini (Desa Curah Nongko) saya sempat komunikasi dengan Bupati Bu Faida kalau beliaunya memberikan dukungan penuh untuk pasangan Gus Ipul-Mbak Puti. Selain itu, jika nanti aspirasi dari warga memang dalam ranah Kabupaten akan didukung dan siap membantu penguatan pengembangan," terang Mbak Puti, di hadapan ratusan wartani, Senin (18/6).

Pesan lainnya, lanjut dia, mengenai program lanjutan yang mendukung dari program Pemerintah Presiden Joko Widodo (Widodo) yakni masalah sertifikasi sosial hutan yang ada di Jawa Timur. Karena dengan urusan sertifikat tanah ini selesai, masyarakat akan lebih sejahtera dan bisa mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

"Mari dukung Pak Jokowi untuk dua periode menjadi Presiden. Kemudian nomor dua untuk Jawa Timur, pasangan Gus Ipul dan Mbak Puti. Jangan lupa tanggal 27 Juni coblos nomor dua," ujar dia.

Puti bersama Wartani 2018 Merdeka.com


Mbak Puti juga mengungkapkan, dirinya yang mendampingi Gus Ipul mempunyai program unggulan yakni pendidikan. Karena pendidikan itu sangat penting bagi generasi anak bangsa. Nama Dik Dilan yaitu pendidikan gratis berkelanjutan yang menjadi visi misi program Gus Ipul-Puti kedepan, dalam memimpin Jawa Timur. Karena pendidikan gratis untuk SMA/SMK itu sudah menjadi tanggung jawab Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

"Gus Ipul-Mbak Puti menggratiskan pendidikan untuk SMA/SMK Negeri di Jawa Timur. Karena itu hukumnya wajib. Jadi SD, SMP dikelola pemerintah daerah Kabupaten/Kota. Maka untuk SMA/SMK dikelola Pemerintah Provinsi harus digratiskan," katanya.

Menurut dia, dengan pendidikan gratis di tingkat SMA/SMK maka kedepannya sudah tidak ada lagi anak yang hanya bisa menempuh pendidikan di tingkat SMP. Dengan pendidikan gratis dari SD hingga SMA/SMK maka mendukung pemerintah Presiden Jokowi, yakni program pendidikan wajib 12 tahun. Program lainnya, mengenai pemberdayaan perempuan untuk masyarakat miskin atau kurang mampu. Terutama perempuan atau ibu-ibu tidak mempunyai suami yang bekerja menjadi tulang punggung ekonomi keluarga, maka akan mendapatkan permodalan.

"Permodalan pemberdayaan perempuan ini diberikan tujuannya, jika ada perempuan atau ibu-ibu bisa membuka membuka usaha sendiri atau sektor industri kecil. Nantinya juga akan mendapatkan pendampingan, pelatihan. Supaya kedepan bisa mewujudkan, meningkatkan, menumbuhkan perekonomian perempuan," urainya.

Disisi lain, masih ada lagi yakni penguatan koperasi, pengembangan UMKM. Serta pengembangan wisata di tiap daerah yang menjadi program Gus Ipul-Mbak Puti, nantinya bisa dikelola dan dikembangkan oleh anak muda juga warga sekitar.

Puti bersama Wartani 2018 Merdeka.com

Supaya bisa meningkatkan, menumbuhkan ekonomi di pedesaan. "Tidak lupa, Gus Ipul dan Mbak Puti ini ada program memberikan jaminan pupuk panen petani. Caranya memastikan penguatan harga panen petani dari tingkat desa bawah hingga pemerintah provinsi," katanya.

Mendapat penjelasan mengenai program tersebut, salah seorang Ketua Kelompok Wartani, Yatni menanyakan, bahwa petani di Desa Curah Nongko ingin mengembangkan bisnisnya. Terutama mengenai dari hasil tani yakni pisang. "Kebetulan di desa ini rata-rata hasil panennya itu lebih banyak pisang. Kami yang ada di sini ingin mengembangkannya, tidak tahu proses produksinya," tanya Yatni.

Mendengar pertanyaan tersebut, Puti menyampaikan, bahwa di dalam program Gus Ipul-Mbak Puti itu terdapat penguatan UMKM. Caranya dengan memberikan pelatihan dan pendampingan terhadap pegiat UMKM yang ingin mengembangkan usahanya.

Dia pun mencontohkan seperti, bahwa di Surabaya itu terdapat bisnis rintisan yang dikelola anak muda, omzetnya susah mencapai Rp 1 miliar. Itu karena, pisangnya dikelola dengan baik.

"Seperti dijadikan keripik pisang. Tapi, dikemas dengan bagus. Baik itu dikemas rasanya maupun bungkusnya. Jika memang di sini ingin mengembangkannya, nanti akan ada pendampingan dan pelatihan yang memberikannya itu dari kalangan anak muda," kata Puti menjawab pertanyaan Yatni. [hhw]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini