Hakim Tolak Permohonan JC Penyuap Eks Mensos Juliari

Rabu, 5 Mei 2021 15:05 Reporter : Bachtiarudin Alam
Hakim Tolak Permohonan JC Penyuap Eks Mensos Juliari Juliari Batubara bersiap jalani sidang perdana. ©2021 Merdeka.com

Merdeka.com - Terdakwa Ardian Iskandar Maddanatja, penyuap dalam kasus dana bantuan sosial Covid-19 di Kementerian Sosial divonis empat tahun penjara oleh majelis hakim pengadilan tindak pidana korupsi.

"Menyatakan terdakwa Ardian Iskandar Maddanatja telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi berlajnjut," ucap hakim saat membacakan putusan, Rabu (5/5).

"Dan menjatukan pidana penjara 4 tahun dan denda Rp 100 jt subsider 4 bulan kurungan," lanjut hakim.

Hakim meyakini, Ardian terbukti memberikan duit suap sejumlah Rp 1,95 miliar kepada sejumlah orang, seperti Eks Menteri Sosial Juliari P Batubara melalui anak buahnya, Matheus Joko Santoso.

"Terdakwa melakukan tindak pidana korupsi yang dilakukan dalam penanganan dampak Covid-19," jelas hakim.

Hakim menambahkan, hukuman dijatuhkan memiliki pertimbangan memberatkan dan meringankan. Pada hal memberatkan Ardian dinilai tidak mendukung program pemerintah dalam mencegah dan memberantas korupsi.

"Hal meringankan, Terdakwa dinilai belum pernah dihukum, sopan, menyesali perbuatannya, dan memiliki tanggungan keluarga," ungkap hakim.

Terkait pasal disangkakan, hakim menyatakan Ardian terbukti melanggar Pasal 5 ayat 1 huruf b UU RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah UU RI Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas UU RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 64 ayat (1) KUHPidana.

Permohonan Justice Collaborator Ditolak Hakim

Diketahui, Terdakwa Ardian sempat mengajukan permohonan sebagai justice collaborator (JC). Namun hal itu ditolak hakim lewat vonisnya. Hakim beralasan, terdakwa sejak awal sudah kerja sama dengan Nuzulia Nasution untuk memberi fee ke sejumlah pejabat Kemensos.

"Dari uraian fakta di atas dan dihubungkan syarat JC maka majelis berpendapat terdakwa tidak memenuhi kriteria JC, sehingga permohonan penasihat hukum terdakwa tidak bisa dikabulkan," hakim menandasi.

Reporter: Muhammad Radityo
Sumber : Liputan6.com [rhm]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini