Hakim MK Tegur Bambang Widjojanto, Minta Tak Berpindah-pindah Duduk

Jumat, 21 Juni 2019 10:13 Reporter : Merdeka
Hakim MK Tegur Bambang Widjojanto, Minta Tak Berpindah-pindah Duduk Sidang kedua sengketa Pilpres 2019. ©Liputan6.com/Faizal Fanani

Merdeka.com - Sidang sengketa Pilpres 2019 kembali dilanjutkan di Gedung Mahkamah Konstitusi (MK) dengan agenda pemeriksaan saksi dan ahli dari pihak terkait dalam hal ini kubu Jokowi-Ma'ruf. Candra Irawan menjadi saksi pertama dari dua saksi yang baru saja memberikan keterangan.

Saat Candra baru saja memulai keterangannya, tiba-tiba Hakim majelis Saldi Isra meminta Bambang untuk tidak berpindah-pindah tempat duduk.

"Pak Bambang supaya anda tak pindah-pindah ke belakang, duduk di belakang saja untuk lakukan koordinasi," kata Saldi Isra, Jumat (21/6).

Hakim Manahan Sitompul lantas menimpali dan meminta Bambang menaati aturan. "Baik, semua pihak harus menaati aturan," kata Manahan.

Sebelumnya, anggota majelis hakim MK, Arief Hidayat dalam sidang lalu sempat mengancam mengusir Bambang dari ruangan.

Awalnya Arief bertanya terkait jabatan saksi di BPN.

Saya tidak apa-apa (bukan siapa-siapa), dari kampung," kata saksi, Rabu (19/6/2019).

"Anda akan menjelaskan soal?" ujar Arief.

"DPT," jawab Idham.

"DPT di kampung?" kata hakim MK.

"Seluruh Indonesia," ujar Idham.

Hakim pun heran dengan jawaban saksi. Sebab, dia tidak memiliki kompetensi untuk menjelaskan DPT seluruh Indonesia.

Arief Hidayat kemudian mencecar saksi terkait kompetensinya.

"Posisi Anda sebagai apa di tim ini?" tanya Arief.

"Saya sebagai orang yang diminta memberikan keterangan terkait DPT," jawab saksi.

"Ya kalau Anda di kampung ya di kampung Anda," kata Arief.

Ketua tim pengacara BPN, Bambang Widjojanto, pun menyela, "Kampung kan dapat juga melihat dunia dari kampung."

Lalu, hakim menjelaskan, "Lho, hakim tidak berkata orang kampung tidak bisa apa-apa."

"Pak Bambang cukup, Pak. Kalau Bapak terus menyanggah saya minta Bapak keluar," kata Arief.

"Saya tidak bisa tinggal diam kalau Yang Mulia terus menyudutkan saksi kami," jawab Bambang.

Hakim MK lalu kembali meminta Bambang untuk diam, sehingga keterangan saksi bisa didengarkan.

Reporter: Delvira Hutabarat

Sumber: Liputan6.com [lia]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini