Hakim bingung 2 mantan anak buah OC Kaligis beda pengakuan suap Rio

Rabu, 13 Januari 2016 18:26 Reporter : Intan Umbari Prihatin
Hakim bingung 2 mantan anak buah OC Kaligis beda pengakuan suap Rio Sidang Gatot Pudjo Nugroho. ©2015 merdeka.com/imam buhori

Merdeka.com - Mantan anak buah OC Kaligis, Fransisca Insani Rahesti dan Yulius Irawansyah (Iwan) menjadi saksi dalam sidang lanjutan mantan Gubernur nonaktif Sumatra Utara Gatot Pujo Nugroho dan istri keduanya Evy Susanti terkait kasus suap mantan Sekjen NasDem Patrice Rio Capella yang digelar di pengadilan Tipikor, Jakarta, Rabu (13/1).

Kedua saksi memberikan keterangan berbeda. Dalam sidang sesi pertama, Sisca menyebut Iwan yang menentukan Rp 200 juta untuk diminta ke Evy Susanti kemudian diberikan ke Rio Capella. Namun Iwan membantah keterangan Sisca.

"Saya tidak tahu," kata Iwan menjawab pertanyaan Hakim Sinung Hermawan.

Tidak yakin dengan jawaban Iwan, Sinung mengulang pertanyaannya. "Enggak tahu gimana? Sisca bilang saudara yang menentukan," cecar Sinung.

Iwan ngotot menyatakan tak pernah membicarakan soal uang untuk Rio saat komunikasi dengan Sisca.

"Saya diminta oleh Bu Evy sekitar akhir April atau awal Mei, saya diminta tolong Beliau (Evy). 'Bang tolong ditanyakan ke Sisca mengenai tindaklanjut islah Pak Gatot dan wagub," jawab Iwan.

Hakim terus mencecar pertanyaan kepada Iwan, namun dia teguh pada pendiriannya. "Dia (Evy) hanya minta bisa dijembatani untuk menanyakan hasil islah," jelas Iwan.

Hakim Sinung bingung dengan kesaksian Iwan. "Ini yang benar yang mana?" tanya Hakim Sinung.

Tak hanya Iwan yang dicecar, Sisca yang duduk di belakang kursi saksi pun ditanya ulang soal penentuan duit tersebut.

"Yang menentukan 200 siapa?" tanya Sinung kepada Sisca.

"Iwan," jawab Sisca.

"Rio bilang minta ketemu terus, no free lunch, saya tanya ke Yulius berapa? saya enggak ngerti," kata Sisca.

Iwan langsung menyanggah . "Saya tidak tahu muncul 200. Saya tidak tahu," ungkapnya.

Untuk diketahui, Gubunur Nonaktif Sumut Gatot Pujo Nugroho dan Evy Susanti didakwa menyuap mantan Sekjen NasDem Patrice Rio Capella. Dugaannya, suap diberikan untuk pengamanan kasus Bansos di Kejagung. Rio Capella sudah dinyatakan bersalah menerima duit suap Rp 200 juta. Majelis Hakim Pengadilan Tipikor menghukum Rio 1,5 tahun bui dan denda Rp 50 juta subsidair 1 bulan. [noe]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini