Haedar Nashir: Indonesia Harus Dibebaskan dari Segala Bentuk Radikalisme

Kamis, 12 Desember 2019 12:48 Reporter : Merdeka
Haedar Nashir: Indonesia Harus Dibebaskan dari Segala Bentuk Radikalisme Pengukuhan Guru Besar Haedar Nashir. ©2019 Merdeka.com

Merdeka.com - Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Haedar Nashir, dikukuhkan sebagai guru besar bidang Ilmu Sosiologi. Pengukuhan dilakukan di Sportorium Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY).

Dalam pidatonya berjudul Moderasi Indonesia dan Keindonesiaan: Perspektif Sosiologi, Haedar menyinggung bagaimana pandangan

Dalam satu bagian pidatonya, Haedar menyampaikan, moderasi Indonesia dan keindonesiaan sebagai pandangan dan orientasi tindakan untuk menempuh jalan tengah atau moderat merupakan keniscayaan bagi kepentingan masa depan Indonesia. Hal itu sejalan dengan landasan, jiwa, pikiran, dan cita-cita kemerdekaan, sebagaimana terkandung dalam Pembukaan UUD 1945 dan spirit para pendiri bangsa.

"Indonesia harus dibebaskan dari segala bentuk radikalisme. Baik dari tarikan ekstrem ke arah liberalisasi dan sekularisasi maupun ortodoksi dalam kehidupan politik, ekonomi, budaya, dan keagamaan yang menyebabkan Pancasila dan agama-agama kehilangan titik moderatnya yang autentik di negeri ini," ujar Haedar, Kamis (12/12).

Pengukuhan Haedar dihadiri sejumlah menteri, mantan menteri dan tokoh termasuk Wakil Presiden periode 2014-2019, Jusuf Kalla. Sejumlah Menteri Kabinet Indonesia Maju hadir, seperti: Menko PMK Muhadjir Effendy, Menteri Agama, Fachrul Razi, Menteri Koperasi Teten Masduki, Mensesneg Pratikno.

Kemudian ada juga mantan menteri KKP Susi Pudjiastuti, tokoh-tokoh Muhammadiyah seperti Malik Fadjar, dan Buya Syafi'i Ma'arif.

Reporter: Putu Merta Surya Putra
Sumber: Liputan6.com [lia]

Topik berita Terkait:
  1. Muhammadiyah
  2. Radikalisme
  3. Jakarta
Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini