Haedar Nashir: Gus Sholah Sosok Kiai Moderat yang Peduli HAM

Senin, 3 Februari 2020 13:45 Reporter : Purnomo Edi
Haedar Nashir: Gus Sholah Sosok Kiai Moderat yang Peduli HAM Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir. ©2019 Merdeka.com/Arie Sunaryo

Merdeka.com - KH Salahuddin Wahid atau Gus Sholah berpulang ke Rahmatullah, Minggu (2/2), di Rumah Sakit Jantung Harapan Kita, Jakarta. Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir menyebut keluarga besar Muhammadiyah berduka cita atas meninggalnya Gus Sholah.

Haedar menilai sosok Gus Sholah sebagai sosok yang mengembangkan Islam moderat di Indonesia. Pengaruh Gus Sholah dalam mengembangkan Islam yang moderat terlihat jelas jejaknya.

"Kami merasa kehilangan sosok yang rendah hati terbuka, demokratis, peduli pada HAM dan moderat," ujar Haedar, Senin (3/2).

Haedar menerangkan Gus Sholah mampu merangkul semua kelompok dan mampu berdiri di tengah-tengah. Sebagai seorang pemuka agama, Haedar menilai Gus Sholah sebagai seorang kiai yang tak pernah mengeluarkan statement yang bersifat kontroversial.

"Beliau bisa berada di tengah dan merangkul semua orang, dan itu beliau praktikkan dalam kehidupan nyata, ini kelebihan beliau," terang Haedar.

"Beliau selalu menunjukkan sikap yang moderat dalam kehidupannya. Beliau juga jarang membuat pernyataan dan sikap yang ekstrem yang menimbulkan kontroversi, yang itu menunjukkan sikap kemoderatan Gus Sholah," sambung Haedar.

Haedar menuturkan sosok Gus Sholah sangat peduli dengan proses demokrasi di Indonesia. Dalam pemikirannya, Gus Sholah selalu menempatkan rakyat harus memperoleh tempat dalam berbangsa bernegara dalam balutan kebersamaan dan persatuan.

Haedar mengenang bahwa saat Pemilu 2019 yang lalu, dia bersama Gus Sholah meredam gesekan yang kencang dan keras dalam proses demokrasi itu. Sejumlah pertemuan-pertemuan lintas organisasi dan lintas tokoh digagas bersama dengan Gus Sholah.

"Semangatnya adalah bagaimana pemilu itu tidak hanya jadi tempat untuk aspirasi rakyat dan kontestasi politik, tapi tetap menjaga kebersamaan, tidak gaduh dan tidak menimbulkan konflik yang dapat merusak persatuan bangsa," tegas Haedar.

Haedar menambahkan dia sempat menjenguk Gus Sholah pada 31 Januari 2020 yang lalu. Hanya saja Haedar tak sempat bertemu dengan Gus Sholah karena sedang menjalani proses operasi.

"Saya menengok terakhir hari Jumat, tanggal 31 Januari, tapi beliau dalam proses operasi, dan saya ditemui istri beliau dan Menag periode lalu (Lukman Hakim Saifuddin) yang juga adik ipar beliau," ungkap Haedar. [cob]

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini