Hadiri Rakornas Pemuda Tani, Menpora Minta Pertanian jadi Penyangga Ekonomi

Selasa, 20 Agustus 2019 16:39 Reporter : Bagus Suryadinata
Hadiri Rakornas Pemuda Tani, Menpora Minta Pertanian jadi Penyangga Ekonomi Menpora Imam Najrawi di Rakornas Dewan Pimpinan Nasional Pemuda Tani Himpunan Kerukunan Tani Indones. ©2019 Merdeka.com

Merdeka.com - Menpora Imam Nahrawi membuka sekaligus menjadi pembicara pada Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Dewan Pimpinan Nasional Pemuda Tani Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) yang mengusung tema 'SDM Petani Unggul, Indonesia Maju' di Ball Room Quess San Hotel Denpasar, Bali, Selasa (20/8) siang.

Mengawali sambutannya, Menpora mengatakan senang bisa hadir untuk kesekian kalinya di Rakornas Pemuda Tani HKTI. Baginya ia ingin pertanian Indonesia dapat menjadi penyangga ekonomi masyarakat.

"Tentu saya bergembira bisa hadir untuk kesekian kalinya di Rakornas Pemuda Tani HKTI. Hari ini kita berkumpul untuk membicarakan masa depan pertanian kita sebagai tiang penyangga dari kesejahteraan dibangkitkan ekonomi masyarakat," ujarnya.

"Terus terang, sekarang ini kita sedang menghadapi suatu tantangan yang cukup serius. Lahan-lahan pertanian kita semakin hari semakin banyak dilirik untuk dialihfungsikan. Karenanya, para Pemuda Tani HKTI harus mampu mengimbangi dan merespon sekaligus menjadi pemeran utama untuk menjadi bagian membangun masa depan pertanian Indonesia," tambahnya.

Ia pun berharap melalui Rakornas ini Pemuda Tani HKTI mampu menghasilkan berbagai produk kerja, ide-ide segar, untuk menjadikan Pemuda Tani HKTI sebagai salah satu organisasi yang dapat memberikan solusi. Pemuda Tani HKTI dapat mengajak generasi muda di seluruh tanah air untuk menjadi solusi memperjuangkan petani, agar petani Indonesia semakin kaya dan makmur.

Dalam Rakornas ini Pemuda Tani HKTI merekomendasikan tiga hal. Pertama, kaum petani harus mengelola tanah yang lebih luas untuk meningkatkan produksi pertanian yang mencukupi kebutuhan nasional. Semakin menyempitnya tanah pertanian akan membuat produksi semakin menurun dan tekad pemerintah untuk reformasi agraria harus diwujudkan dalam periode kedua ini.

Kedua, petani Indonesia harus pandai dalam inovasi. Inilah perlunya dukungan untuk membangun industri pertanian dalam skala lokal. Ketiga, petani harus menyatu dengan dunia usaha agar tidak menjadi sektor yang marginal. [hhw]

Topik berita Terkait:
  1. Berita Kemenpora
  2. Denpasar
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini