KAPANLAGI NETWORK
MORE
  • FIND US ON

Habib Rizieq minta polisi baca tesisnya tentang Pancasila

Kamis, 12 Januari 2017 15:36 Reporter : Andrian Salam Wiyono
Habib Rizieq diperiksa Polda Jabar. ©2017 Merdeka.com

Merdeka.com - Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq meminta penyidik menyalin 600 berkas karya ilmiah yang dibuat ketika merampungkan tesis di University of Malaya, Malaysia. Sebab karya ilmiah itulah yang disampaikan pada ceramah hingga berujung dirinya dipolisikan Sukmawati Soekarnoputri.

"Saya minta para penyidik untuk menyalin isi tesis 600 halaman saya. Disalin dalam BAP. Agar dibaca polisi, penyidik, jaksa dan hakim. Disalin supaya persoalan jelas bahwa ini bukan penistaan Bung Karno atau penistaan Pancasila," kata Rizieq dijeda pemeriksaannya di Mapolda Jabar, Kota Bandung, Kamis (12/1).

Laporan Sukmawati ke kepolisian sendiri dilatarbelakangi pernyataan Rizieq yang menyebut 'Pancasila Soekarno ketuhanan ada di Pantat, sedangkan Pancasila piagam Jakarta ketuhanan ada di kepala'. Bukti yang dilampirkan adalah video ceramah.

Pria 51 tahun itu kemudian kembali menegaskan, bahwa isi dari ceramah itu adalah rangkaian tesis yang pernah dibuatnya untuk mengkritik usulan sila Ketuhanan Yang Maha Esa (YME) ketika ditempatkan di posisi paling bawah.

"Bahwa sila Ketuhanan itu enggak pantas ditaruh di sila buntut. Ketuhanan enggak pantas ditaruh di akhir (saat dirumuskan). Sehingga harus jadi yang pertama. Akhirnya sekarang jadi yang pertama sampai hari ini (sila pertama Ketuhanan Yang Maha Esa)," ujarnya.

Dia pun mengaku terkejut atas laporan yang dilayangkan Sukmawati ihwal dugaan penodaan simbol negara, Pancasila. Bahkan Rizieq mengancam melaporkan balik atas dugaan pencemaran nama baik dan kriminalisasi karya ilmiah yang dibuatnya.

"Yang jadi persoalan kalau dia (Sukmawati) enggak terima tesis. Bisa lawan lagi dengan tesis. Jangan tesis lawan laporan. Nah ini jadi persoalan serius. Ini perlu dicatat," katanya. [rnd]

Topik berita Terkait:
  1. Habib Rizieq
  2. Pancasila
  3. Bandung

Rekomendasi Pilihan

Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Subscribe and Follow

Temukan berita terbaru merdeka.com di email dan akun sosial Anda.