Habib Ja'far Shodiq Dipolisikan Terkait Ceramah Menghina Wapres Ma'ruf Amin

Kamis, 5 Desember 2019 16:50 Reporter : Merdeka
Habib Ja'far Shodiq Dipolisikan Terkait Ceramah Menghina Wapres Ma'ruf Amin Rabithah BABAD Kesultanan Banten laporkan Jafar Shodiq bin Sholeh Alattas. ©2019 Liputan6.com/Ady Anugrahadi

Merdeka.com - Para ulama terhimpun dalam Rabithah BABAD Kesultanan Banten (RBKB) melaporkan Ja'far Shodiq bin Sholeh Alattas terkait isi ceramahnya diduga menghina Wakil Presiden Ma'ruf Amin ke Bareskrim Polri, Kamis (5/12). Adapun nomor laporannya: LP/B/1021/XII/2019/Bareskrim.

Penasihat Hukum, Agus Setiawan menyebut ucapan Ja'far Shodiq bin Sholeh melukai seluruh kiai Banten. Karena itu, dia bersikukuh tetap melaporkan Ja'far Shodiq bin Sholeh meski Ma’ruf Amin telah memaafkan.

"Rasa sakit masyarakat Banten tidak hanya dirasakan oleh kita yang ada di sini loh, semua Pak Gubernur juga sakit hatinya. Hatinya bupati, wali kota, kiai se-Banten dan semua sehingga kita minta kepada aparat kepolisian untuk menindak," kata dia.

Agus membawa sejumlah bukti dalam laporannya. Bukti itu di antara transkrip ceramah, rekaman video bersumber dari youtube dan link dari berbagai media online untuk mendukung pelapornya.

Agus menyatakan, rekaman video ceramah Ja'far Shodiq bin Sholeh Alattas sangat membuat warga Banten tersakiti. Bahkan, Kiai se-Banten, Gubernur dan berbagai Ormas Banten akan berduyun-duyun mendatangi Bareskrim.

"Makanya daripada orang Banten semua datang ke sini maka tentu kita wakili tidak perlu lagi bergelombang mendatangi Mabes Polri," ucap dia.

1 dari 2 halaman

Jafar Shodiq Diciduk Mabes Polri

Ja'far Shodiq Alattas sendiri telah ditangkap penyidik Dittipidsiber Bareskrim Polri dari kediamannya di Jalan Tipar Tengah Mekarsari, Cimanggis, Kota Depok. Ketua RT setempat Witutu turut menyaksikan penangkapan. Witutu mengatakan, mendampingi kepolisian mendatangi rumah Ja'far Shodiq pada 23.30 WIB.

"Polisi menanyakan ada enggak warga saya yang bernama Ja'far Shodiq, ya kebetulan kan rumahnya dia sama saya dekatan. Saya antar polisi ke rumah beliau (Jafar Shodik)," ucap Witutu saat dikonfirmasi, Kamis (5/12).

Witutu menerangkan, Ja'far Shodiq langsung dibawa ke Mabes Polri pada pukul 01.00 WIB. Dia ditemani salah seorang sanak saudaranya.

"Itu dikasih tunjuk surat-suratnya, sprindik, tugasnya dan dibawa ke Mabes. Begitu saja sih," ujar dia.

2 dari 2 halaman

Ceramah Samakan Maruf Amin dengan Hewan

Sebelumnya, beredar video yang memperlihatkan Habib Ja'far Shodiq bin Sholeh Alattas menghina Wakil Presiden Ma'ruf Amin diibaratkan seperti hewan. Video tersebut diunggah oleh Habib Ja'far dalam akun Youtubenya.

Pada video yang diunggah pada 30 November 2019 tersebut, Ja'far mengisahkan riwayat murid Nabi Musa AS yang diubah jadi binatang lantaran menjual agama demi duniawi. Video yang berdurasi kurang dari dua menit tersebut, Ja'far bertanya kepada para umat dan menyinggung Ma'ruf.

Terkait hal tersebut, Ma'ruf Amin pun tidak mempermasalahkan hal tersebut. Sebab hal tersebut dilakukan pada saat Pilpres. Namun dia berpesan agar tidak diulangi kembali.

"Oleh karena itu supaya tidak diulangi lagilah yang seperti itu," kata Ma'ruf di Kantornya, Jalan Merdeka Utara, Rabu (4/12).

Dia pun tidak mau ambil pusing. Dan tidak akan melaporkan Ja'far ke dalam proses hukum. Dia pun memilih untuk memaafkan Ja'far atas ucapannya.

Reporter: Ady Anugrahadi [gil]

Baca juga:
Ma'ruf Amin akan Tutup Munas Golkar Malam Ini
Ceramah Hina Wapres Ma'ruf, Habib Ja'far Shodiq Diciduk Mabes Polri
Bertemu Wapres, MER-C Laporkan Proyek RS Indonesia untuk Myanmar Hampir Rampung
PKS Soal Majelis Taklim Wajib Terdaftar: Pemerintah Terjebak Masa Lalu
Ma'ruf Amin Maafkan Habib Ja'far Shodiq
Jokowi Beri Grasi Koruptor, Ma'ruf Tegaskan Pemerintah Komitmen Berantas Korupsi
Saat Anak Presiden Jokowi dan Wapres Ma'ruf Amin Nyalon Kepala Daerah

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini