Gus Ipul-Puti diminta segera rangkul pemilih pemula

Kamis, 1 Februari 2018 13:00 Reporter : Arif Ardlyanto
Gus Ipul-Puti diminta segera rangkul pemilih pemula Pengamat Komunikasi Politik Untag Surabaya, D. Jupriono. ©2018 Merdeka.com

Merdeka.com - Pergerakan sosialisasi pasangan calon (Paslon) Saifullah Yusuf-Puti Guntur Soekarno ke masyarakat terus berjalan. Namun, Gus Ipul dan Puti dinilai kurang agresif untuk merangkul pemilih pemula.

Pengamat Komunikasi Politik Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya, D. Jupriono mengatakan, secara keseluruhan proses pendekatan paslon Saifullah Yusuf dan Puti Guntur Soekarno terhadap masyarakat cukup baik. Namun Gus Ipul dan Puti dinilai kurang dalam perhatian terhadap pemilih pemula.

"Saya tidak melihat Gus Ipul maupun Puti serius dalam merangkul pemilih pemula. Pengamatan saya sampai saat ini belum ada keinginan mereka mendekati pemilih pemula ini," katanya.

Jupri panggilan D. Jupriono menyatakan, yang dimaksud pemilih pemula adalah anak muda baru lulus SMA atau masih sekolah SMA, serta mahasiswa yang masih kuliah. Pada tingkatan ini, Gus Ipul masih belum melakukan pendekatan dengan baik. Yang terlihat, Gus Ipul terkesan meremehkan pemilih pemula ini. Padahal, mereka juga memiliki suara yang bisa menentukan kemenangan kedepan.

Fakta-fakta ini, ujar Jupri bisa dilihat dengan cara Gus Ipul dan Puti yang hanya merangkul massa dengan memakai tokoh saja. Padahal, massa pemilih pemula ini sangat besar potensinya, juga jumlahnya.

"Sekali lagi saya bilang, jangan anggap remeh pemilih pemula. Mereka sangat besar jumlahnya, mereka dari kalangan SMA, kampus, dan usia sama (usia pemilih) tetapi tidak kuliah," tegas dia.

Mantan Kepala Program Studi (Kaprodi) Komunikasi Untag ini mengharapkan, untuk meraih kemenangan seyogyanya Gus Ipul dan Puti mulai merangkul mereka. Banyak cara yang bisa dilakukan paslon ini, di antaranya mendatangi kampus untuk memaparkan visi dan misi saat memimpin Jatim dan memaparkan visi-misi melalui media sosial (Medsos).

Tim kreatif Gus Ipul-Puti, lanjut Jupri harus segera melakukan pembenahan supaya paslon ini tidak kedodoran dalam pilgub. Dialog terbuka di kampus bisa segera dilakukan, event-event anak muda harus dilakukan. Jujur, kelompok muda ini tidak mempedulikan apakah calon gubernur merupakan nahdliyin atau abangan. Yang terpenting adalah pasangan calon mampu melakukan pendekatan kaum muda.

"Saya melihat tim kreatif harus lebih jeli dalam memanfaatkan situasi dan kondisi. Jangan sampai stagnan," ungkapnya.

Medsos, terang Jupri, merupakan salah satu cara yang sangat efektif untuk melakukan pendekatan kepada pemilih pemula. Di ruang inilah para pemilih pemula bermain, Gus Ipul-Puti harus segera masuk di dalamnya. Jika cara ini tidak segera dilakukan, maka Gus Ipul dan Puti bisa kalah dengan kompetitor pasangan calon lain.

Selain itu, mesin politik partai pengusung Gus Ipul-Puti harus segera bergerak. Saat ini, mesin politik para pengusung masih belum memaksimalkan gerakannya dalam mensosialisasikan paslon. Gus Ipul dan Puti hanya bergerak sendiri untuk meraih simpati masyarakat. Sementara relawan terbentuk karena ada ketokohan kakek dan cicit kedua calon.

"Bisa dilihatkan, Gus Ipul dan Puti bergerak di daerah atas inisiatif sendiri. Untuk itu, partai politik pengusung harus segera bergerak cepat," katanya. [paw]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini