Gus Ipul: Pertanian organik bisa menjadi magnet petani muda

Kamis, 31 Mei 2018 16:40 Reporter : Fahmi Azis
Gus Ipul: Pertanian organik bisa menjadi magnet petani muda Gus Ipul berkunjung ke Desa Wisata Kecamatan Wonosari Kabupaten Bondowoso. ©2018 Merdeka.com

Merdeka.com - Regenerasi petani muda di Jawa Timur perlu ditingkatkan. Demi menjaga ketahanan pangan, Calon Gubernur Jawa Timur nomor urut dua, Saifullah Yusuf (Gus Ipul), menilai perlu adanya cara menarik minat petani muda. Di antaranya dengan mendorong pertanian organik.

"Dari hasil survei, petani di Jawa Timur mayoritas merupakan petani yang di atas usia 45 tahun. Sedangkan anak mudanya enggan ikut bertani karena alasan 'kurang menjanjikan'," kata Gus Ipul kala berkunjung ke Desa Wisata pertani organik, di desa Lombok Kulon, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Bondowoso, Kamis (31/5).

Ia mencontohkan pertanian di kawasan ini yang beralih dari sistem pertanian konvensional ke sektor pertanian organik. Digagas oleh Baidhowi, Ketua Kelompok Desa Wisata Organik Lombok Kulon, hasil sumber daya alamnya di daerah ini dikembangkan menggunakan bahan alami.

"Kawasan ini menjadi contoh. Melalui kesadaran sebuah kelompok, Pak Baidhowi mengajak masyarakat mengubah cara berfikir. Bagaimana caranya menghasilkan produk yang bagus dengan kualitas harga yang bagus pula," kata Gus Ipul yang juga mantan Menteri Pembangunan Daerah Tertinggal ini.

Menurutnya, pertanian organik menjadi salah satu cara pengembangan dengan hasil menjanjikan. Dimulai dari meningkatkan kualitas kesuburan tanah.

Gus Ipul berkunjung ke Desa Wisata Kecamatan Wonosari Kabupaten Bondowoso 2018 Merdeka.com

"Petani harus diajak untuk tidak bertani secara instan, melainkan harus memerhatikan unsur utamanya. Di antaranya, kesuburan tanah," kata Gus Ipul yang juga Wakil Gubernur Jawa Timur dua periode ini.

Sehingga menurutnya, metode ini tak hanya berorientasi pada hasil produksi, melainkan juga proses. "Proses inilah yang menjadi nilai lebih produk organik bagi konsumennya," kata kandidat yang berpasangan dengan Cawagub, Puti Guntur Soekarno ini.

Sehingga, karena kualitas yang dihasilkan produk organik lebih terjamin, harga hasil produk pertanian ini memang lebih menguntungkan bagi produsen.

"Para konsumen tak hanya menghargai hasil pertaniannya. Namun, juga prosesnya yang memang panjang," kata Gus Ipul.

Jumlah petani yang bergabung dalam pengolahan organik ini pun telah mencapai 400 orang. Jumlah ini akan terus bertambah. Menariknya, kualitas beras organik di Bondowoso telah diakui dunia.

Gus Ipul berkunjung ke Desa Wisata Kecamatan Wonosari Kabupaten Bondowoso 2018 Merdeka.com

Hal ini dibuktikan dengan kepemilikan sertifikat dari lembaga sertifikasi Control Union Certification, Belanda terhadap beras organik Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur.

"Kalau ini bisa diduplikasi petani lain, tentu akan sangat menguntungkan. Sebab, dengan sertifikat itu, maka peluang ekspor bisa cukup besar. Bahkan, bisa masuk ke pasar eropa," ujar Gus Ipul.

"Bukan hanya meningkatkan potensi materi, hal ini juga bisa meningkat hasil produksi di atas 25 persen,"kata Gus Ipul.

Di sela acara ini, Gus Ipul meninjau langsung sawah yang yang ditanami padi organik. Gus Ipul juga memuji kualitas bulir padi yang lebih padat.

Tak hanya itu, Gus Ipul juga menyaksikan langsung proses pengemasan beras organik yang dilakukan dengan mesin, tepat di samping penggilingan padi.

Mesin tersebut dioperasikan oleh mayoritas anak muda di kawasan ini. Setiap kemasan beras seberat satu kilogram pun siap dijual langsung pasca pengemasan langsung ini.

"Sehingga bukan hanya metodologinya, namun juga kita siapkan teknologinya. Kedepan, disini lah peran anak muda ini bisa dimaksimalkan," ujarnya. [hhw]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini