Gus Iim Sempat Titip Pesan ke Khofifah Soal Vaksin Covid-19 Sebelum Meninggal

Minggu, 2 Agustus 2020 11:52 Reporter : Erwin Yohanes
Gus Iim Sempat Titip Pesan ke Khofifah Soal Vaksin Covid-19 Sebelum Meninggal Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa. ©2020 Merdeka.com/Erwin Yohanes

Merdeka.com - Gubernur Jawa Timur (Jatim) Khofifah Indar Parawansa mengaku mendapat pesan dari KH Hasyim Wahid atau Gus Iim untuk menemukan vaksin atau obat Covid-19 untuk warga. Khofifah menyampaikan itu usai pemakaman Gus Lim di pondok pesantren Mambaul Maarif Denanyar, Jombang, Sabtu malam (1/8).

"Jadi sekitar satu bulan yang lalu beliau itu kirim ekspres ke Surabaya Grahadi, beliau ingin Pemprov Jatim bisa berikhtiar untuk sampai menemukan vaksin dan menemukan obatnya," ucap Khofifah.

Adik bungsu KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) itu berpesan kepada dirinya agar berhati-hati dalam mencari vaksin Covid-19 serta benar-benar atas dasar pertimbangan para ilmuwan.

"Beliau pesan awas hati-hati, maka harus betul-betul atas dasar pertimbangan para scientist. Kira-kira setelah dua tiga hari ada lagi teman yang diminta mengingatkan lagi. Tadi saya cari sama dokter yang beliau referensikan untuk memberikan masukan itu. Rupanya tidak bisa hadir," ujarnya.

1 dari 1 halaman

Sebagai kepala Satgas Covid-19 Jatim, lanjut Khofifah, hingga saat ini masih belum ditemukan obat atau vaksin Covid-19.

"Ini jadi itu PR saya, sebagai satgas bahwa obat dan vaksin untuk Covid-19 sampai hari ini memang belum ditemukan, maka yang beliau inginkan (agar) hati-hati, kalau macem-macem referensi obat dan vaksin pastikan itu atas dasar rekomendasi para scientist, jadi itu adalah sesuatu yang dari proses temuan ilmiah," kata mantan Mensos ini.

"Itu sangat clear sekali pesannya, beliau ya memang cari obat dan cari vaksin, hari ini memang belum ada. Tapi bahwa beliau sampai mengirim pakar yang diharapkan bisa memberikan referensi bagaiamana sebetulnya secara laboratoris dari pakar yang memungkinkan bisa melakukan penelitian baik kaitan dengan vaksin maupun obat Covid-19," sambungnya.

Khofifah mengaku bertemu secara fisik dengan adik adik kandung KH Salahuddin Wahid atau Gus Sholah tersebut pada bulan Januari lalu sebelum pandemi Covid-19. Ketika bertemu Gus Iim, kata Khofifah, seperti mendapatkan ratusan buku yang penuh dengan referensi.

"Saya berkomunikasi dengan Gus Iim kan cukup lama sekali, jadi meskipun tidak bisa sering ketemu, tetapi kalau kita bertemu dengan beliau (almarhum), rasanya mungkin sekali ketemu itu ratusan buku saya bisa dapatkan referensi dari beliau, karena memang sangat kuat membaca. Terakhir ketemu saya, fisik ya Januari," tutupnya.

Diketahui, Gus Iim meninggal dunia pada Sabtu (1/8) di usia 67 tahun. Cucu hadratussekh KHM Hasyim Asyari itu tutup usia di Rumah Sakit (RS) Mayapada Jakarta pada pukul 04.18 WIB akibat sakit yang dideritanya. Gus Iim dimakamkan di kompleks makam pesantren Mambaul Maarif Denanyar Jombang, tepatnya di samping makam adik sepupunya, Gus Wahid. [rnd]

Baca juga:
Gubernur Jatim Sampaikan Duka Mendalam Atas Meninggalnya Gus Iim
Hasyim Wahid, Adik Almarhum Gus Dur Wafat dan akan Dimakamkan di Jombang
Gubernur Jatim Tunggu Fatwa MA Soal Pemakzulan Bupati Jember
Khofifah: Anak-anak Paling Rentan Kekerasan Dalam Masa Pandemi
Gubernur Jatim Salurkan Alat PCRmax ke RS Jiwa Menur Surabaya

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Khofifah Indar Parawansa
  3. Jombang
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini