Gus Dur di Mata Tokoh Tionghoa Kota Malang

Kamis, 31 Januari 2019 05:01 Reporter : Darmadi Sasongko
Gus Dur di Mata Tokoh Tionghoa Kota Malang Gus Dur. ©Reuters

Merdeka.com - Presiden ke-4 RI, KH Abdurrahman Wahid alias Gus Dur memiliki jasa besar di mata warga Tionghoa. Jasanya tidak terlupakan setelah melakukan pencabutan aturan diskriminasi bagi warga Tionghoa.

"Gus Dur salah satu guru kita dalam berbangsa dan bernegara. Apalagi beliau telah ditakdirkan sebagai seorang Presiden," kata tokoh Tionghoa, Bonsu Anton Triyono di Klenteng Eng An Kiong Jalan Re Martadinata Kota Malang, Rabu (30/1).

Gus Dur, kata Bonsu Anton, telah menerapkan sistem demokrasi, memperjuangkan dan menjaga hak asasi manusia. Kebijakannya menghapus undang-undang dan aturan yang berbau diskriminasi menjadi pintu perubahan besar.

bonsu anton triyono tokoh tionghoa

Bonsu Anton Triyono, Tokoh Tionghoa ©2019 Merdeka.com/Darmadi Sasongko

"Seseorang tidak bisa menjalankan demokrasi karena ada undang-undang atau aturan diskriminasi ini. Setelah dihilangkan, kami selaku warga negara yang beragama Kong Hu Cu diberi hak sipil," katanya.

"Jadi luar biasa, dia menjadi guru dalam berbangsa dan negara, sekaligus jadi presiden keempat," sambungnya.

Anton yang juga Humas Klenteng Eng Ang Kiong mengaku bangga dengan kearifan dan ketokohan Gus Dur. Karena itu, seluruh anak bangsa ini seharusnya selalu mengikuti langkah dan sepak terjang yang sudah dicontohkan oleh mantan Ketua PB Nahdlatul Ulama (NU) itu.

"Gus Dur mempercayakan pada kita, jaga, lestarikan tradisi budaya kumpul dari Sabang sampai Merauke. Luar biasa ini. Sehingga anak muda jangan ribut saja, bekerjalah, melestarikan budaya, kultur dari Sabang sampai Merauke yaitu mendorong terwujudnya cita-cita bangsa Indonesia," katanya. [dan]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini