Guru SMPN 3 yang cabuli siswinya masih aktif mengajar

Jumat, 18 Maret 2016 15:09 Reporter : Muchlisa Choiriah
Guru SMPN 3 yang cabuli siswinya masih aktif mengajar ilustrasi pencabulan. ©2013 Merdeka.com

Merdeka.com - Kepala SMPN 3 Manggarai Utara, Jakarta Selatan Subarno mengakui jika ER, guru yang di polisikan atas kasus pencabulan terhadap siswinta inisial NS mengajar di tempat sekolahnya bernaung. ER merupakan guru bahasa inggris di sekolah tersebut.

Sayangnya, hingga saat ini guru tersebut masih tercatat sebagai karyawan aktif di sekolah yang Subarno pimpin.

"Beliau pun masih mengajar, masih tetap aktif," ujar Subarno kepada wartawan di SMPN 3, Jakarta Selatan, Jumat (18/3).

Subarno mengakui jika dirinya tak menaruh curiga terhadap ER. Sebab, ia mengenal ER sebagai pribadi yang baik.

"Ini laporan baru pertama. Sebelumnya tak ada laporan tentangnya (ER). Saya pun tak ada kecurigaan apa-apa dengan beliau, karena baik-baik saja, tak seperti yang dituduhkan. Bukan saya membela, saya bicara apa adanya saja. Beliau pun masih mengajar, masih tetap aktif," pungkasnya.

Sementara itu, Kasubag Humas Polres Metro Jakarta Selatan Kompol Purwanta mengatakan pihaknya masih merampungkan BAP kasus tersebut.

"Kita masih tunggu hasil BAP, nanti setelah itu akan kita tindak lanjuti, kita masih telusuri, kan kemarin ayahnya sudah di BAP," singkatnya.

Diketahui sebelumnya, seorang siswi Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 3 Manggarai, Jakarta Selatan, berinisial NS (14) diduga mengalami tindakan pelecehan seksual oleh seorang oknum guru bahasa inggris berinisial ER pada Kamis, 3 Maret 2016.

Karena tak tahan dengan perlakuan sang guru, NS melaporkan EW ke Polres Jakarta Selatan didampingi ayahnya, Sansi dan pengacara mereka Agung Mattauch.

"Kalau pengakuan kepada saya pada tanggal 3 Maret kemarin. Di mana putri saya ke sekolah karena datang telat, hukuman wajar sudah dijalani tapi ada hukuman lain oleh si predator kepada anak saya dan anak saya lari ke Polres Jakarta Timur," kata Sansi kepada wartawan di Polres Jakarta Selatan, Kamis (17/3).

Karena bukan wilayah hukum Polres Jakarta Timur, Sansi melaporkan hal ini ke Polres Jaksel. Perlakuan EW pun terungkap di depan polisi. Mawar mengaku sudah mendapat pelecehan sejak Juli 2015.

"Kalau pengakuan sebelumnya anak saya mau dilihat badan bagusnya dan disuruh buka jilababnya lalu anak saya kabur ke Polres Jakarta Timur. Dari Polres Jaktim ke Polres Jaksel karena wilayah Jaksel. Baru terungkap kalau anak saya mengalami pencabulan pada bulan Juli atau perbuatan pelecehan. Sentuhan, rabaan sampai perkataan berbuat seks," terang dia.

Mawar mengaku selama itu dia mendapat ancaman dari EW sehingga dia menutupi itu dari keluarga dan teman-temannya.

"Ada ancaman-ancaman. Ada omongan di ruang staf guru tidak ada CCTV kita bebas mau apa aja. Terus ada ucapan tidak akan naik kelas dan dapat nilai bagus," pungkas dia. [rhm]

Topik berita Terkait:
  1. Jakarta
  2. Guru Cabul SMPN 3 Jakarta
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini