Guru di Garut Ini Rela Datang dan Mengajar ke Rumah Siswa Tak Punya Gawai

Minggu, 19 April 2020 04:04 Reporter : Mochammad Iqbal
Guru di Garut Ini Rela Datang dan Mengajar ke Rumah Siswa Tak Punya Gawai Guru di Garut Mengajar ke Rumah Siswa. ©2020 Merdeka.com

Merdeka.com - Aksi dua orang guru di Garut Selatan yaitu Ujang Setiawan Firdaus, guru SDN Purbayani 1, Kecamatan Caringin dan Rosita Amelia, guru honorer SDN 3 Nyalindung, Kecamatan Cisewu Kabupaten Garut patut diacungi jempol. Mengetahui siswanya tidak memiliki gawai dan terbatasnya sinyal internet dan televisi, kedua guru tersebut setiap hari berkeliling ke rumah siswa-siswanya untuk mengajar.

Ujang Setiawan Firdaus, mengaku sejak sekolah diliburkan akibat pandemi Covid-19, dalam seminggu ia bisa berkeliling ke enam kampung, tempat murid-muridnya tinggal. Setiap harinya ia mengunjungi kampung berbeda, dan mengajar di salah satu rumah muridnya.

"Walau Kemendikbud sudah menyiapkan fasilitas pembelajaran melalui saluran televisi di TVRI, siswa-siswa saya ini tidak bisa mengaksesnya karena tidak tertangkap salurannya. Namanya juga di pelosok, walau pakai parabola," ujarnya, Sabtu (18/4).

Sebelum mulai mengajar, Ujang mempersiapkan media pembelajaran berupa fotokopi materi ajar yang akan disampaikan kepada para siswa. Meski harus mengeluarkan uang dari sakunya untuk mem-fotokopi materi belajar, Ujang tidak berniat meminta para siswa untuk membayar secara khusus.

Dia juga harus rela merogoh uang membeli bensin keluar masuk kampung mendatangi rumah murid-muridnya. "Saya tidak merasa keberatan, selama murid-murid saya masih bisa belajar dan mendapatkan pelajaran," ucapnya.

guru di garut mengajar ke rumah siswa

Terpenting, kata dia, anak didiknya tetap bisa belajar meski harus beralih ke rumah karena masa pandemi.

"Sehari saya bisa membawa empat salinan materi. Jadi murid saya yang tinggal di satu kampung dikumpulkan di satu rumah siswa lalu belajar dengan santai dan riang gembira. Selain itu juga bisa bersilaturahim dengan orangtua siswa. Tidak jarang juga kalau sedang ngajar disuguhi berbagai makanan. Kalau pulang juga malah dibekalkan makanannya," kelakar Ujang.

Walau saat belajar para siswanya tidak menggunakan meja, kursi, hingga papan tulis, menurutnya para siswa tetap semangat. Dia akuinya, murid-murid sudah rindu kembali ke sekolah.

Dia berharap guru-guru lain melakukan hal yang sama. Sehingga proses belajar mengajar tetap berjalan seperti biasanya.

"Bukan mau sombong, tapi para siswa ini memang harus tetap belajar untuk mendapatkan ilmu meski di tengah situasi seperti sekarang ini," kata Ujang.

Meski ada lima guru PNS dan enam guru honorer di sekolahnya, Ujang mengaku hanya dirinya yang melakukan kegiatan mengajar langsung ke rumah siswa.

Cara belajar yang diterapkan Ujang juga dilakukan Rosita Amelia. Guru honorer di SDN 3 Nyalindung, Kecamatan Cisewu, Kabupaten Garut, memilih mendatangi rumah siswanya untuk mengajar.

"Kita di sini tidak ada fasilitas untuk belajar secara daring. Jadinya ya saya harus bergerak menemui siswa untuk mengajar," katanya.

Selain terbatasnya fasilitas daring, saluran televisi di tempatnya tidak selalu optimal. "Jadinya mendatangi langsung menjadi jalan satu-satunya agar siswa tetap belajar," ungkap Rosita.

Setiap harinya, Rosita harus menguatkan kaki berjalan 5 kilometer agar siswanya bisa belajar secara bergantian di rumah 12 siswanya. Pengumpulan siswa di satu titik tidak mungkin dilakukan karena lokasinya berjauhan. [lia]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini