Guru di Depok Diajak Donasi Minimal Rp100 Ribu untuk Bantu Rakyat Palestina

Kamis, 20 Mei 2021 11:46 Reporter : Nur Fauziah
Guru di Depok Diajak Donasi Minimal Rp100 Ribu untuk Bantu Rakyat Palestina Palestina. ©2012 Merdeka.com

Merdeka.com - Kalangan guru di Kota Depok, Jawa Barat, diajak memberikan donasi untuk membantu warga Palestina. Penggalangan dana sukarela ini digagas Dinas Pendidikan setempat.

Imbauan untuk memberikan bantuan dana untuk Palestina itu diserbarluaskan melalui pesan WhatsApp secara berantai. Isinya: "Kepada Pejabat Struktural dan Staf, Pengawas, Penilik, Kepala Sekolah, Kepala Lembaga, Guru, Tutor, Instruktur dan Tenaga Kependidikan baik negeri maupun swasta untuk berpartisipasi menggalang dana peduli Palestina. Dana yang disampaikan minimal 100 ribu rupiah per orang dikumpulkan oleh masing-masing Kepala satuan pendidikan / lembaga kemudian disampaikan ke pengurus K3S / Ormit Negeri maupun Swasta dan selanjutnya dikirim ke Rekening BJB No. 0067558138100 an. Eni Prihatini (bukti transfer dikirim melalui nomor WA : 089504242633). Batas waktu pengumpulan dana paling lambat tanggal 24 Mei 2021 Pukul 14.00 WIB".

Kepala Dinas Pendidikan Kota Depok M Thamrin menuturkan, pengumpulan dana itu sebagai bentuk kepedulian guru di Depok terhadap nasib warga Palestina. Donasi tidak bersifat wajib.

Pengumpulan donasi itu merupakan gagasan Dinas Pendidikan, yang telah disepakati pejabat struktural, perwakilan guru dan pengawas. "Dalam aksi penggalangan dana ini memang disampaikan dicetuskan pakai batasan minimal, karena kita menyumbang atau memberikan bantuan ke suatu negara, tidak mungkin Rp10.000 sehingga disepakati ada minimal Rp100.000," katanya, Kamis (20/5).

Donasi yang dikumpulkan akan disalurkan melalui Yayasan Adara Relief pada Selasa (25/5). Jika ada yang keberatan, tidak akan menjadi masalah dan tidak akan berpengaruh terhadap penilaian apa pun.

"Kita mulai menggagas aksi kemanusiaan ini yang kita rasakan di sana sudah luar biasa dan kita berempati terhadap keadaan di sana. Jadi bukan keputusan dinas, tapi keputusan keluarga besar Dinas Pendidikan, baik itu pengawasnya, bidang SD, SMP dan TK semua sepakat ingin membuat aksi ini. Donasi ini sudah dimulai sejak Selasa (18/5)," tambahnya.

Ditargetkan hingga batas waktu akan terkumpul donasi hingga Rp200 juta. Walaupun tidak ada instruksi resmi, namun kepala sekolah yang akan menyampaikan ajakan itu kepada tiap guru, sehingga dapat lebih dipercaya.

"Makanya kita mintanya kepala sekolah yang menyampaikan. Jadi kepala sekolah di sekolah itu ada berapa yang diajak, kalau tidak mau juga tidak dipaksa. Intinya kita mengajaknya kepala sekolah, lalu kepala sekolah mengajak gurunya untuk bergabung karena dihimpun di masing-masing sekolah dulu. Kita juga tidak memaksakan. Kita ingin mengajak penggalangan dana untuk kemanusiaan. Mudah-mudahan dengan kita mengajak aksi kemanusiaan ini bukan hanya kita kasihan, tapi ada wujud nyatanya. Walaupun hanya Rp100.000 insyaAllah uang kita penyejuk untuk Palestina," katanya.

Sementara itu, Wali Kota Depok Mohammad Idris memberikan donasi untuk sebesar Rp200 juta yang dikumpulkan melalui Penggalangan Dana dari Kota Depok untuk Palestina yang digelar MUI bersama Adara Relief International. Pihaknya sangat mendukung kegiatan penggalangan dana demi kemanusiaan. Menurutnya, ini bukan sekadar aksi kemanusiaan dan sosial, melainkan sudah dicantum dalam Undang-undang Dasar 1945. "Kita sangat mengecam penjajahan di muka bumi ini. Kita seluruhnya harus terlihat berpartisipasi dalam mewujudkan kedamaian," katanya.

Baca juga:
Cerita Pemuda Israel Dihukum Karena Tolak Jadi Tentara, Alasannya Tak Terduga
KPAI Sesalkan Siswi di Bengkulu Dikeluarkan dari Sekolah Karena Konten Hina Palestina
Seorang Jurnalis Radio Palestina Tewas Saat Rumahnya di Gaza Hancur Dibom Israel
Gencatan Senjata Palestina-Israel Diprediksi Terjadi Jumat Ini

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini