Guru Besar UNS temukan solusi atasi stres kehamilan dan persalinan

Selasa, 23 Januari 2018 09:45 Reporter : Arie Sunaryo
Guru Besar UNS temukan solusi atasi stres kehamilan dan persalinan Prof Soetrisno. ©2018 Merdeka.com/Arie Sunaryo

Merdeka.com - Prof Soetrisno, dosen Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret (UNS), Solo berhasil merumuskan solusi untuk mengatasi stres saat kehamilan dan menjelang persalinan. Penemuan tersebut merupakan hasil penelitian selama bertahun-tahun dan dituangkan dalam Buku Pintar Psikokuratif Stress Persalinan Primigravida.

"Buku ini saya didedikasikan untuk mengurangi angka kematian ibu dan bayi. Dengan buku ini saya harap psikokuratif dapat dilaksanakan oleh dokter, bidang, tenaga kesehatan atau tenaga lain," kata Soetrisno menjelang pengukuhannya sebagai guru besar bidang Obstetri dan Ginekologi, Senin (22/1).

Menurut Soetrisno, angka kematian ibu dan bayi di Indonesia saat ini masih tertinggi di ASEAN. Kematian ibu sebanyak 315 per 100 ribu kelahiran, dan bayi 22 per 1000 kelahiran hidup. Penyebab utama yang paling berkontribusi adalah hiptertensi, pendarahan, dan infeksi.

"Stres yang berbahaya atau distress dapat menimbulkan komplikasi persalinan dan pasca persalinan, sehingga bisa menimbulkan kegawatdaruratan. Kalau tidak mendapatkan pertolongan yang kuat, bisa meningkatkan terjadinya angka kecacatan, kesakitan, dan bahkan kematian baik pada ibu maupun bayinya," Soetrisno, Selasa (22/1).

prof soetrisno

Soetrisno menjelaskan, distress pada ibu hamil juga dapat menimbulkan syndrome baby blues, berupa perasaan gundah dan sedih berlebihan yang bahkan tidak hilang sampai dua pekan setelah melahirkan. Serta depresi pascakelahiran yang sangat berbahaya karena bisa mendorong untuk melakukan bunuh diri.

Dengan intervensi psikokuratif, jelas dia, intensitas stress dapat dikurangi dan bahkan bisa menjadi kondisi eustress atau stres yang tidak berbahaya. Dari penelitiannya intervensi psikokuratif dapat merubah ekspresi molecular, menurunkan hormon kortisol serum darah, dan meningkatkan Heat Shock protein yang menjadikan otot rahim lebih kuat.

Lebih lanjut Soetrisno mengemukakan, setiap orang sebetulnya memiliki kemampuan untuk mengelola stres secara alami. Strategi coping itulah yang dilatih dengan intervensi psikokuratif. Yakni, dengan memberikan penguatan kognitif, sosial, spiritual, dan fisik.

"Pada penelitian saya terbukti psikokuratif dapat meningkatkan kelahiran normal dan dapat memperpendek waktu persalinan," ujarnya. [rzk]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini