Gunung Slamet Berstatus Waspada, Zona Bahaya 2 Km dari Puncak

Jumat, 9 Agustus 2019 16:29 Reporter : Ya'cob Billiocta
Gunung Slamet Berstatus Waspada, Zona Bahaya 2 Km dari Puncak Ilustrasi

Merdeka.com - Pusat Vulkanologi Dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Badan Geologi, Kementerian Energi Dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menaikkan status Gunung Slamet menjadi Level II (Waspada) dari sebelumnya Level I (Normal).

Peningkatan status mulai berlaku efektif sejak hari ini, Jumat 9 Agustus 2019 pukul 09.00 WIB. Kepala PVMBG, Kasbani meminta masyarakat, pengunjung/wisatawan untuk tidak berada/beraktivitas dalam radius 2 km dari kawah puncak Gunung.

"Berdasarkan data pemantauan instrumental, terjadi peningkatan yang cukup signifikan dan perlu diantisipasi jika terjadi erupsi, sehingga tingkat aktivitas Gunung Slamet dinaikkan dari Level I (Normal) menjadi Level II (Waspada) terhitung sejak 9 Agustus 2019 Pukul 09.00 WIB," ujarnya di Jakarta.

Potensi ancaman bahaya Gunung Slamet saat ini adalah erupsi magmatik yang menghasilkan lontaran material pijar yang melanda daerah di sekitar puncak di dalam radius 2 km, atau erupsi freatik dan hujan abu di sekitar kawah tanpa ada gejala vulkanik yang jelas.

Gunung Slamet adalah gunung strato berbentuk kerucut dengan tinggi puncak 3.432 mdpl, secara administratif masuk ke dalam 5 wilayah kabupaten yaitu Pemalang, Banyumas, Brebes, Tegal dan Purbalingga, Provinsi Jawa Tengah.

Secara geografis puncak Gunung Slamet terletak pada posisi 7' 14' 30" Lintang Selatan dan 109 derajat 12' 30" Bujur Timur. Tingkat aktivitas Gunung Slamet adalah Level I (Normal) sejak 9 September 2015.

Peningkatan aktivitas vulkanik Gunung Slamet terakhir terjadi pada Maret hingga Agustus 2014, diikuti erupsi yang menghasilkan material abu dan lontaran material pijar di sekitar kawah (Tipe Letusan Strombolian).

Pemantauan aktivitas vulkanik Gunung Slamet dilakukan dari Pos PGA Gunung Slamet di Desa Gambuhan, Kecamatan Pulosari, Pemalang, berjarak sekitar 8.5 km sebelah utara dari puncak Slamet.

Dalam Level II (Waspada) ini, PVMBG merekomendasikan agar masyarakat dan pengunjung/wisatawan tidak berada/beraktivitas dalam radius 2 km dari kawah puncak Slamet.

"Pemerintah Daerah, BPBD Provinsi dan Kabupaten agar senantiasa berkoordinasi dengan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi atau Pos Pengamatan Gunungapi Slamet di Desa Gambuhan, Kecamatan Pulosari, Kabupaten Pemalang," jelas Kasbani. [cob]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini