Gunakan kotak suara dari karton, KPU hemat Rp 663 miliar

Senin, 1 Oktober 2018 04:02 Reporter : Fikri Faqih
Gunakan kotak suara dari karton, KPU hemat Rp 663 miliar Ilustrasi Pemilu. ©2015 Merdeka.com

Merdeka.com - Komisioner KPU Ilham Saputra mengatakan, pengalihan bahan logistik kotak dan bilik suara pemilihan umum dari alumunium ke karton menghemat anggaran pemerintah hingga ratusan miliar rupiah.

"Dari pagu pengadaan kotak suara yang disiapkan pemerintah sekitar Rp 948 miliar, kami hanya membelanjakannya sekitar 29,97 persen, sedangkan untuk bilik dari pagu sekitar Rp196 miliar, hanya 30,51 persen yang kami belanjakan untuk pilpres dan pemilu legislatif 2019," katanya seperti dilansir dari Antara, Minggu (30/9).

Menurutnya, harga satuan kotak suara senilai Rp 57.500 hingga Rp 62.500 per buah, sudah termasuk biaya pengiriman ke seluruh daerah di Pulau Jawa. Pengalihan logistik dari alumunium ke kertas daur ulang karton adalah kesepakatan bersama Dewan Perwakilan Rakyat bersama KPU.

Pertimbangan mendasar dari kebijakan itu, kata Ilham, adalah upaya efisiensi anggaran yang dihitung berdasarkan beban perawatan serta efektivitas barang.

"Saat pertemuan dengan DPR, kami sudah sodorkan tiga alternatif desain kotak dan bilik suara, namun yang disepakati adalah jenis karton," jelasnya.

Jenis yang ditawarkan saat itu, kata Ilham, di antaranya berbahan karton, alumunium dan plastik transparan. Memang bahan alumunium lebih tahan lama, namun pembiayaan justru membengkak dari faktor alokasi dana perawatan yang dihitung berdasarkan sewa gudang, perbaikan rutin dan sebagainya.

Dengan pengalihan bahan itu, kata dia, terjadi efisiensi anggaran hingga Rp 663 miliar lebih untuk kotak suara dan Rp 136 miliar lebih untuk bilik suara. Namun demikian, bahan baku karton tidak membutuhkan ruang besar untuk penyimpanan, karena bisa dilipat hingga dimensi terkecil.

"Harga satuan kotak suara digabung distribusi mencapai Rp 57.500-62.500, sedangkan bila menggunakan jenis plastik transparan sesuai amanat undang-undang, bisa mencapai Rp 200.000 per unit," ujarnya.

Sebagai jalan tengahnya, kata dia, maka desain kotak suara yang dibelanjakan KPU mengadopsi kombinasi kertas karton dengan jendela plastik transparan pada salah satu sisinya.

"Tujuannya agar kertas suara masuk pada kotak yang memang disediakan, sehingga mudah memonitornya di tempat pemungutan suara (TPS)," tutup Ilham. [fik]

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini