Gunakan bambu, warga & TNI tutup akses jalan ke zona bahaya Gunung Agung

Kamis, 12 Oktober 2017 13:57 Reporter : Gede Nadi Jaya
Jalan menuju daerah rawan Gunung Agung ditutup. ©2017 Merdeka.com

Merdeka.com - Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho menuturkan, hingga saat ini pihaknya masih melihat warga yang beraktivitas di desa yang masuk zona rawan. Salah satu aktivitas warga adalah memberi makan ternak. Warga di pengungsian pulang ke rumah mereka untuk memberi makan ternak, lalu kembali lagi ke pengungsian.

Dia menegaskan, aktivitas warga itu sangat berbahaya. "Ada masyarakat yang sudah kembali ke daerah merah sekitar 1.200 orang. Ini sangat membahayakan, mengingat situasi saat ini status gunung Agung masih awas," tulisnya, Kamis (12/10).

Untuk mengantisipasi banyaknya warga yang kembali ke zona berbahaya, dibentuk 2 tim khusus keselamatan masyarakat yang diketuai oleh Kadisinfokom Provinsi Bali dan Kapolres Karangsem. Satgas dan tim tersebut bekerja sama dengan relawan dan beberapa orang korban erupsi Merapi untuk memberi pemahaman kepada masyarakat.

"Tantangan yang kita hadapi sekarang. Dengan situasi ketidakjelasan dan ketidakpastian tentang pemahaman kapan Gunung Agung akan meletus. Itu membuat masyarakat sudah mulai melanggar ketentuan keselamatan. Jika kita diamkan, nanti kesannya pemerintah membiarkan," tulisnya.

Sutopo mengaku telah membuat surat yang akan ditujukan ke Bupati Karangasem untuk melarang warganya memasuki Kawasan Rawan Bencana (KRB).

"Hari ini juga 12 jalan raya sudah ditutup menuju KRB. Termasuk juga sejumlah jalan pintas menuju KRB. Setidaknya penutupan sampai 21 titik dengan menggunakan bambu dan tong di jalan," terangnya.

Dia berharap Bupati Karangasem bisa menyetujui demi keselamatan warga yang khususnya berada di wilayah KRB.

"Mudah mudahan bupati setuju dan mau menandatangani. Semoga kita tidak dianggap pembiaran," tutupnya. [noe]

Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Subscribe and Follow

Temukan berita terbaru merdeka.com di email dan akun sosial Anda.