Gugus Tugas Covid-19 Ingatkan Puncak Penularan DBD Bisa Terjadi di Pertengahan Tahun

Jumat, 3 Juli 2020 17:33 Reporter : Bachtiarudin Alam
Gugus Tugas Covid-19 Ingatkan Puncak Penularan DBD Bisa Terjadi di Pertengahan Tahun Reisa Broto Asmoro. Liputan6.com ©2020 Merdeka.com

Merdeka.com - Di tengah pandemi Covid-19, masyarakat turut diminta kewaspadaannya terhadap penyebaran penyakit demam berdarah (DBD) yang sangat tengah mencapai puncaknya, pada pertengahan tahun.

Tim Komunikasi Publik Gugus Tugas Nasional Percepatan dan Penanganan Covid-19, Reisa Broto Asmoro menjelaskan, kondisi penyebaran DBD turut dialami seluruh dunia dan ini menjadi tantangan berat yang harus dihadapi.

"DBD adalah salah satu beban berat Pemerintah Indonesia dan mengancam kesehatan masyarakat menurut laporan Kementerian Kesehatan kasus DBD dari minggu ke 1 sampai dengan minggu ke 27 Tahun 2020 jumlah kasus DBD mencapai lebih dari 70.000 kasus," katanya di Gedung BNPB, Jakarta, Jumat (3/7).

Dia menjelaskan, penyebaran DBD sudah tersebar di 34 provinsi dan 465 Kabupaten/Kota di Indonesia. Dengan jumlah kematian akibat penyakit gigitan nyamuk aedes aegypti sudah mencapai lebih dari 500 orang.

"Penambahan kasus baru kematian terus bertambah puncak DBD biasa terjadi menjelang pertengahan tahun," ujarnya.

Reisa menyebutkan berdasarkan dari data Kemenkes RI terdapat sejumlah wilayah yang memiliki kasus DBD dan Covid-19 yang tinggi, seperti Jawa Barat, Lampung, NTT, Jawa Timur, Jawa Tengah, Yogyakarta dan Sulawesi Selatan.

"Fenomena ini memungkinkan seseorang yang terinfeksi Covid-19 beresiko terinfeksi DBD. Pada prinsipnya sama upaya untuk mencegah nya adalah menghindari infeksi dan untuk DBD gigitan nyamuk di tengah pandemi Covid-19 Kita juga harus menekan angka DBD," jelasnya.

Baca Selanjutnya: Selain itu dia mengungkapkan penyakit...

Halaman

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini