Gugatan Ditolak, Korban Penggusuran Proyek Tol JORR II Sempat Ricuh di PN Tangerang

Selasa, 24 Agustus 2021 15:31 Reporter : Kirom
Gugatan Ditolak, Korban Penggusuran Proyek Tol JORR II Sempat Ricuh di PN Tangerang Warga korban penggusuran protes di PN Tangerang. ©2021 Merdeka.com

Merdeka.com - Puluhan warga Kampung Baru, Kelurahan Jurumudi Baru, Kecamatan Benda, Kota Tangerang, mengecam putusan pengadilan Negeri (PN) Tangerang, yang menolak gugatan terkait perbedaan harga pembebasan lahan Tol JORR II Bandara.

Warga yang didominasi emak-emak itu, menunggu di ruang sidang 7 PN Tangerang. Sementara, lainnya membawa poster dengan berbagai tulisan bernada protes dibentangkan di luar kantor PN Tangerang.

"Pak Hakim beri keadilan! jelas uang kami dirampok," tulis poster yang dibawa pendemo, Selasa (24/8).

Selanjutnya, situasi bertambah ricuh setelah Majelis hakim PN Tangerang, menolak seluruh gugatan warga Kampung Baru.

"Mana keadilan buat kami. Tidak adil, kalian hanya melindungi para pengusaha," teriak seorang Ibu di luar ruang sidang.

Polisi dan TNI yang ada di lokasi kemudian berusaha melerai massa dan meminta mereka keluar dari dalam gedung PN Tangerang. Para pendemo, akhirnya berkumpul di depan gedung PN Tangerang, dan menggelar aksi protes.

"Kalian kejam. Kalian hanya melindungi para koruptor. Satu tahun lebih rumah kami dihancurkan kenapa keadilan tidak berpihak ke kami," ucap wanita berkerudung.

Koordinator warga, Dedy Sutrisno menegaskan, korban penggusuran Tol JORR II di Kampung Baru, hanya menuntut keadilan atas hak-hak mereka yang dirampas dengan alasan pembangunan nasional.

"Kami sudah tidak percaya keadilan di negeri ini. Mereka tidak memihak ke kami," jelas Dedy.

Menurut dia, warga hanya ingin mengembalikan kehidupan mereka seperti sebelumnya. warga juga berharap pemerintah dapat membantu mereka menemukan solusi.

"Kami punya pemerintah daerah, perwakilan dewan dan aparat penegak hukum. Tapi kenapa penindasan terhadap kami dibiarkan begitu saja. Apakah hukum tidak akan memihak warga kecil seperti kami. Mengapa pemerintah daerah dan dewan hanya diam saja. Apa mereka semua buta," ucap dia.

Dalam aksi itu, warga yang berkumpul di depan gerbang PN Tangerang, sempat melempari halaman pengadilan dengan botol air mineral. Bahkan beberapa di antara mereka sempat mendorong gerbang pintu PN Tangerang, untuk bisa masuk ke dalam gedung.

Untungnya, aksi itu dilerai perwakilan warga pendemo yang lain, sehingga tidak menimbulkan kerusakan. Kemudian puluhan warga Kampung Baru itu pergi meninggalkan PN Tangerang dan menuju gedung KPK. [cob]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini