Gubernur minta mantan kombatan GAM jaga persatuan di Aceh

Jumat, 15 Agustus 2014 20:26 Reporter : Afif
Gubernur minta mantan kombatan GAM jaga persatuan di Aceh Zaini Abdullah. ©2014 merdeka.com/afif

Merdeka.com - Gubernur Aceh, Zaini Abdullah mengatakan melalui momentum peringatan 9 tahun MoU Helsinki di Aceh agar seluruh elemen dan rakyat Aceh untuk menghindari sikap provokatif yang mengusik perdamaian di Aceh. Karena rakyat Aceh mulai tenang setelah Aceh damai paska penandatanganan MoU Helsiniki di Finlandia pada tanggal 15 Agustus 2005 silam.

"Jauhi sikap provokatif. Rakyat Aceh sudah mulai hidup tenang paska MoU Helsinki. Hindari saling salah menyalahkan, karena dapat merusak pondasi MoU Helsinki. Mari kita perkuat kohesi sosial, supaya turunan UUPA dapat dituntaskan," pinta Zaini Abdullah pada peringatan MoU Helsinki yang dipusatkan di Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh, Jumat (15/8).

Selain itu, dia juga meminta kepada seluruh rakyat Aceh, baik yang ada di dalam negeri maupun luar negeri untuk saling bahu membahu memberikan masukan yang konstruktif demi tegaknya eksistensi perdamaian Aceh. Karena pembangunan Aceh paska konflik dan tsunami, harus dilakukan secara holistik.

Tidak hanya itu, Zaini juga meminta kepada aparat keamanan baik TNI/Polri untuk terus menjaga keamanan dan ketertiban Aceh dan harus memberikan rasa nyaman untuk seluruh rakyat Aceh. Menurut Zaini ini penting untuk keberlangsungan setiap interaksi sosial masyarakat Aceh dan meningkatkan iklim investasi Aceh ke depan untuk meningkatkan perekonomian rakyat Aceh.

"Mantan kombatan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) juga diminta untuk menjaga persatuan. Kombatan elemen penting MoU Helsinki. Pihak terkait, harus memberi peluang bagi pemberdayaan eks kombatan yang sesuai dengan konstitusi," tukasnya.

Kemudian direfleksi 9 tahun perdamaian Aceh juga diminta supaya alim Ulama, Akademisi, Pengusaha dan aktivis LSM, untuk saling memberi kontribusi yang produktif bagi pengembangan masyarakat Aceh secara berkelanjutan. Menjauhi sikap-sikap yang kontra produktif bagi MoU Helsinki. Demikian juga PNS (pegawai negeri sipil) di seluruh Aceh, untuk meningkatkan produktivitas kerja demi terwujudnya program-program pemerintah baik di Kabupaten dan Provinsi

"Kita harus berbagi peran, setiap peran yang kita mainkan, harus satu irama. Kalau semua elemen rakyat Aceh, dalam satu nada dan irama. Maka saya percaya, insyaAllah tuntutan subtansi MoU yang belum berjalan dan turunan UUPA yang belum selesai, akan cepat memperoleh jalan keluar," tutupnya. [hhw]

Topik berita Terkait:
  1. Gubernur Aceh
  2. Aceh
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini