Gubernur Jabar Tanggapi OTT Walkot Cimahi: Saya Kenal Baik, Sering Interaksi

Sabtu, 28 November 2020 18:58 Reporter : Aksara Bebey
Gubernur Jabar Tanggapi OTT Walkot Cimahi: Saya Kenal Baik, Sering Interaksi Ridwan Kamil di Puskesmas Tapos. ©2020 Liputan6.com/Faizal Fanani

Merdeka.com - Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil meminta Wali Kota Cimahi ikuti semua proses hukum yang sedang dihadapi. Di sisi lain, ia meminta kasus dugaan korupsi ini harus menjadi pelajaran bagi kepala daerah lain.

"Saya sangat sedih sangat prihatin, saya kenal baik dengan Pak Ajay sering banyak berinteraksi. Saya tidak menduga ada hal yang melanggar aturan yang akhirnya menjadi sebuah perkara," kata dia, Sabtu (28/11).

"Saya sampaikan pak Ajay ikuti proses hukum sebaik-baiknya, sampaikan sejujur-jujurnya, apa adanya dan saya doakan segera bisa melewati ini sebaik-baiknya," ia melanjutkan.

Dalam kesempatan itu, ia mengimbau kepada kepala daerah lain agar selalu menjaga integritas dalam menjalankan tugas. Ia tidak ingin ada peristiwa seperti ini lagi di kemudian hari.

"Kepala daerah lain harusnya belajar ya, sudah berkali-kali kejadian mohon untuk selalu menjaga integritas karena beberapa daerah di Jabar sudah berkali-kali di kota atau kabupaten yang sama termasuk Cimahi," kata dia.

"Jadi ini jadi pelajaran agar fokus pemimpin pengabdian dan menjaga integritas dalam pembangunan," pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Wali Kota Cimahi, Ajay Muhammad Priyatna sebagai tersangka atas dugaan penerima suap dari izin pembangunan rumah sakit Kasih Bunda. Dari izin tersebut Ajay meminta jatah Rp3,2 miliar atau 10 persen dari nilai proyek.

Ketua KPK Firli Bahuri mengatakan, permintaan jatah disampaikan Ajay saat bertemu dengan Komisaris RSU Kasih Bunda, Hutama Yonathan di satu restoran di Bandung.

Transaksi pidana suap terjadi dimulai pada 2019 Rumah Sakit Umum Kasih Bunda melakukan pembangunan penambahan gedung. Kemudian, diajukan permohonan revisi IMB kepada dinas penanaman modal dan pelayanan terpadu satu pintu kota Cimahi.

Untuk mengurus perizinan pembangunan, ujar Firli, Hutama Yonathan sebagai komisaris Rumah Sakit Umum Kasih Bunda bertemu dengan Ajay selaku walikota Cimahi di salah satu restoran Bandung. Permintaan uang oleh Ajay kemudian disetujui oleh Hutama.

Pemberian kepada Ajay telah dilakukan sebanyak lima kali di beberapa tempat hingga berjumlah sekitar Rp1,6 miliar dari kesepakatan Rp3,2 miliar pemberian telah dilakukan sejak tanggal 6 Mei sedangkan pemberian terakhir pada tanggal 27 November sebesar Rp425 juta. [rhm]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini