Gubernur Edy: Banjir Deliserdang Akibatkan 3 Warga Meninggal Dunia

Jumat, 4 Desember 2020 13:56 Reporter : Yan Muhardiansyah
Gubernur Edy: Banjir Deliserdang Akibatkan 3 Warga Meninggal Dunia Gubernur Edy Rahmayadi tinjau lokasi banjir. ©2020 Merdeka.com

Merdeka.com - Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Edy Rahmayadi meninjau lokasi perumahan yang terdampak banjir di Tanjung Selamat, Sunggal, Deli Serdang, Jumat (4/12). Dia memastikan bencana itu menyebabkan sekurangnya 3 orang meninggal dunia dan 3 lainnya hilang.

"Sejauh ini, ada korban 6 orang. Tiga sudah ditemukan meninggal dunia, dan tiga lagi masih belum (ditemukan). Kita doakan semoga masyarakat dalam kondisi baik," katanya.

Mantan Pangkostrad ini meminta personel TNI/Polri serta Basarnas terus siaga dan mencari korban yang kemungkinan terseret air saat banjir yang melanda kawasan tersebut.

"Petugas nanti akan membantu membersihkan rumah. Apabila nanti malam ada hujan yang begitu deras (banjir susulan), bapak-bapak jangan tinggal di rumah. Pindah ke tempat yang aman, kunci pintunya (rumah). Ibu-ibu dan anak-anak biar di sini (posko pengungsian). Sudah disiapkan dapur dan makan. Air bersih juga akan datang," ujarnya.

Ada dua lokasi penampungan sementara untuk warga korban banjir, yakni Balai Desa Tanjung Selamat dan Markas Arhanudse Tanjung Selamat. Edy mengingatkan, petugas penanggulangan bencana untuk memperhatikan kapasitas dan kelayakan fasilitas pendukung seperti sanitasi, MCK hingga pelayanan kesehatan bagi warga.

Selain meninjau warga dan pengungsian korban banjir, Edy juga melihat ketinggian air sungai yang kini sudah berangsur surut. Dia bersama Bupati Deli Serdang, Ashari Tambunan, dan Kepala BWS Sumatera II, Maman Noprayamin, melihat perubahan alur Sungai Belawan yang direkayasa untuk kepentingan pembangunan rumah.

"Ada rekayasa sungai yang tidak profesional. Saya bersama BWS menyaksikan secara pasti, Sungai Belawan ini sifatnya seperti huruf C, tetapi saya lihat ada sungai yang dimatikan. Kita akan fungsikan kembali," tegasnya.

Kondisi sungai saat ini, dia menerangkan, telah mengalami perubahan dari bentuk aslinya. Pemprov Sumut bersama instansi terkait akan melakukan upaya normalisasi.

"Untuk tanggul yang jebol, segera kita sampaikan untuk diperbaiki," tutupnya.

Seperti diberitakan banjir melanda sejumlah kawasan di Kota Medan, Deli Serdang, dan Binjai, Jumat (4/12) dinihari. Genangan air di beberapa titik mencapai 3 meter, sejumlah warga dilaporkan meninggal dunia dan hilang dalam peristiwa ini.

Wilayah yang dilanda banjir berada di kawasan rendah sekitar aliran sungai, seperti Sungai Deli, Sungai Babura, dan Sungai Belawan, serta Sungai Bingai. Air kiriman dari hulu tidak mampu tertampung sehingga meluap ke permukiman warga. Kondisinya diperparah dengan hujan deras yang melanda Kota Medan, Binjai, dan Kabupaten Deli Serdang sejak Kamis (3/12) malam. Hujan baru berhenti pada tengah malam.

Genangan air terparah terjadi di Kompleks Perumahan De Flamboyan, Jalan Flamboyan Raya, Sunggal, Deli Serdang, dan Kompleks Griya Nusa III, Tanjung Selamat, Medan Tuntungan. Ketinggian air bahkan mencapai 3 meter. Air bahkan masuk ke lantai dua rumah warga. Sejumlah kendaraan juga hanyut. [fik]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini