Gubernur Atut bergelimang harta, masih ada sekolah mirip kandang

Rabu, 27 November 2013 07:27 Reporter : Iqbal Fadil
Gubernur Atut bergelimang harta, masih ada sekolah mirip kandang Siswa SD di Lebak Banten. ©2013 Merdeka.com/Edo D

Merdeka.com - Sudah 13 tahun Banten menjadi provinsi sejak berpisah dari Jawa Barat. Sayangnya, di bawah kepemimpinan Gubernur Ratu Atut Chosiyah masalah kesejahteraan rakyat Banten masih terabaikan. Korupsi merajalela, gizi buruk hingga sekolah mirip kandang ayam masih ditemukan.

Padahal, pada tahun 2013 lalu, APBD Banten mencapai Rp 6,272 triliun, dan Atut mengklaim dia telah menyalurkannya ke berbagai bidang, termasuk bantuan sosial dan hibah ke berbagai organisasi. Tercatat, dana hibah dalam APBD 2013 berjumlah Rp 1,465 triliun yang di dalamnya terdapat dana bantuan operasional sekolah (BOS). Sedangkan untuk dana bantuan sosial (bansos), APBD Banten 2013 menghabiskan Rp 87,440 miliar.

Ke mana saja hibah dan bansos itu dialirkan, tentu patut menjadi tanda tanya besar jika masih ditemukan rakyat Banten yang kesulitan mendapatkan jaminan kesehatan dan mendapatkan fasilitas pendidikan yang layak.

Ditangkapnya adik Atut, Tubagus Chaeri Wardana alias Wawan dalam kasus suap Ketua MK Akil Mochtar dan kasus pengadaan alat kesehatan di Tangerang Selatan yang sedang ditelusuri KPK telah membuka praktik kongkalikong proyek di Provinsi Banten yang telah berlangsung bertahun-tahun. Mobil-mobil mewah yang dimiliki Wawan yang juga suami Wali Kota Tangerang Airin Rachmy Diani itu, sangat kontras dengan kemiskinan yang masih dirasakan rakyat Banten.

Atut pun seolah tak merasa risih saat kegemarannya belanja barang-barang mewah disorot. "Sekarang begini misalkan mas sudah bekerja, kan cape yah? Mas perlu baju gak? Apa perlu telanjang," kata Atut sambil bercanda kepada wartawan saat ditanya soal gaya hedon-nya. Atut ditemui usai Rapat Paripurna DPRD Banten, Jumat (15/11).

"Yah sekarang begini, kita sesuaikan. Sekali-sekali boleh dong? Coba sekarang kita lihat mas ini merek nya apa," guyon Atut kembali sambil memegang baju seorang wartawan seraya mengatakan, "Masak ibu nggak boleh berpakaian seperti itu," tukas Atut sambil tersenyum.

Berikut beberapa cerita penderitaan rakyat Banten yang dihimpun merdeka.com:

1 dari 4 halaman

Kakak beradik alami gizi buruk

alami gizi buruk rev3

Kasus gizi buruk dialami bocah berumur 2 tahun bernama Saeful Umam, dan kakaknya yang bernama Ulumudin yang berusia 4 tahun. Mereka adalah anak dari pasangan Umayah dan Sam'un, warga yang tinggal tak jauh dari pusat Ibu Kota Provinsi Banten. Keluarga ini beralamat di Kampung Ciwedus, Desa Masjid Priyayi, Kecamatan Kasemen, Kota Serang, Banten.

Saeful di usianya yang 2 tahun hanya mempunyai berat badan sekitar 6,5 kilogram. Kondisinya cukup memprihatinkan, hanya bisa merangkak dan berbaring. Kaki kecil Saeful Umam tidak mampu menopang berat badannya sendiri, bahkan untuk berjalan layaknya anak seusianya. "Yah begini saja. Setiap hari cuma bisa berbaring," kata Umayah ketika ditemui merdeka.com, Kamis (7/11).

Kondisi serupa juga dialami kakak Saeful, yakni Ulumudin yang harus digendong ibunya lantaran mengalami kondisi gizi buruk sejak masih bayi. Untungnya, berat badan Ulumudin perlahan-lahan mulai bertambah meski masih tergolong rendah untuk bocah seusianya.

Umayah mengaku, tidak mampu membawa kedua putranya untuk menjalani pengobatan dari derita gizi buruk. Selama ini Umayah dan suaminya yang berprofesi sebagai tukang jahit keliling, hanya mampu membawa kedua putranya ke puskesmas terdekat dengan biaya minim atau atau berobat gratis. "Sudah dibawa berobat ke puskesmas," ujarnya.

Dia menuturkan, dengan penghasilan Rp 30-50 ribu per hari tidak mampu mencukupi segala kebutuhan hidup. Apalagi dirinya bersama suaminya harus menghidupi 7 anak yang masih kecil.

2 dari 4 halaman

10 Tahun gizi buruk, Yakub lumpuh

gizi buruk yakub lumpuh rev3

Yakub, anak berusia 12 tahun, warga Kampung Pasir Sadang, Desa Koper, Kecamatan Cikande, Kabupaten Serang Banten. Meski sejak kecil telah divonis menderita gizi buruk, namun keluarga hanya bisa merawat anaknya di rumah.

Meski usianya telah menginjak 12 tahun, namun Yakub, anak pertama pasangan Sumawi dan Sartunah, belum bisa melakukan hidup mandiri. Sehari-harinya, Yakub tak bisa lepas dari perawatan orang tuanya. Tidak hanya untuk membersihkan badan, saat makan pun Yakub harus disuapi oleh orang tuanya. Sebab, kedua tangan dan kaki yakub tidak bisa digunakan secara sempurna.

Tidak hanya lumpuh, bocah yang seharusnya duduk di bangku kelas 6 sekolah dasar (SD) ini tak bisa berkomunikasi dengan baik. Kondisi seperti ini terjadi sejak Yakub berusia 2 tahun. "Dari umur dua tahun sudah sakit, dulu pernah dibawa ke Puskesmas," kata Saturnah di rumahnya, Jumat (8/11).

Tidak menderita gizi buruk, beberapa bulan terakhir, beberapa bagian tubuh Yakub juga mengalami benjolan-benjolan yang belum diketahui penyebabnya. "pengen dibawa berobat, tapi gimana? Penghasilan aja enggak cukup untuk kebutuhan sehari-hari," keluh Saturnah.

3 dari 4 halaman

SD langganan banjir di Kota Serang

banjir di kota serang rev3

Siswa Sekolah Dasar Negeri (SDN) Lopang Domba di di Kampung Lepin, Kelurahan Lopang, Kecamatan Serang, Kota Serang Banten, tetap melakukan aktivitas belajar, meski kelas mereka tergenang air akibat banjir. Bagi para siswa tersebut, belajar di ruangan kelas dengan kaki terendam air menjadi hal yang sudah sudah biasa. Bahkan, keadaan ini telah terjadi selama bertahun-tahun, setiap kali hujan deras mengguyur Kota Serang.

"Tetap belajar, cuma sebentar. Tadi belajar matematika," ujar Isti, siswa kelas IV SDN Lopang Domba, yang ditemui merdeka.com, Rabu (13/11).

Banjir masuk ruang kelas SDN Lopang Domba hingga ketinggian air mencapai lutut sudah terjadi selama bertahun-tahun. Namun, selama ini belum pernah tersentuh penanganan dari pemerintah setempat.

Genangan air tersebut terjadi akibat tidak adanya drainase di lingkungan sekitar sekolah. Sementara posisi sekolah berada di dataran rendah, sehingga diguyur hujan deras hanya beberapa saat sekolah tersebut langsung mengalami banjir.

"Wali kota sih janji tahun 2013 akan dibangun drainase, tapi sampai sekarang belum juga ada pembangunan. yang namanya lidah mah tidak bertulang," ujar salah satu guru kelas IV SDN Lopang Domba.

Pihak sekolah sebenarnya tidak tinggal diam dengan kondisi tersebut. Untuk mengantisipasi banjir akan semakin parah pihak sekolah menggunakan mesin penyedot air, namun tidak efektif karena debit air yang terlalu banyak.

Sebagai catatan, Wali Kota Serang Tubagus Chaerul Jaman merupakan adik tiri Gubernur Ratu Atut Chosiyah.

4 dari 4 halaman

Bangunan SD mirip kandang

mirip kandang rev3

Kondisi SDN 1 Filial Girijagabaya yang berada di Kampung Sinarjaya, Desa Girijagabaya, Kecamatan Muncang, Kabupaten Lebak, Banten kondisinya sangat memprihatinkan. Meski bentuk bangunan mirip kandang ayam, namun 27 siswa yang terdaftar di sekolah tersebut tetap giat melakukan aktivitas belajarnya.

Pantauan merdeka.com, Selasa (26/11), satu bangunan sekolah itu diisi oleh kelas 1, 2, 3, dan kelas 4. Dindingnya terbuat dari bilik bambu dan atap masih menggunakan daun rumbia, sementara lantai masih beralaskan tanah.

Kondisi tersebut akan semakin parah saat musim hujan karena banyak air yang masuk, baik dari atap maupun dari lantai, sehingga mengakibatkan aktivitas belajar berhenti.

Sekolah tersebut merupakan kelas bayangan dari SDN 1 Girijagabaya yang dibangun dengan swadaya masyarakat sekitar. Pembangunan SD dengan bahan seadanya tersebut dilakukan pada 4 tahun lalu akibat jauhnya sekolah utama SDN 1 Girijagabaya dari permukiman warga kampung Sinarjaya.

Arum, salah seorang murid kelas 2 di sekolah tersebut mengaku dirinya tidak dapat berkonsentrasi saat mengikuti aktivitas belajar akibat suasana kelas yang bising dan bocor bila hujan turun. "Inginnya gedung sekolahnya bagus, jadi kalo hujan enggak bocor," ujar Arum.

Baca juga:
Ini kondisi plafon SD 05 Pademangan yang roboh
Kemewahan pejabat dan kondisi memprihatinkan siswa di Banten
Siswa SD di Lebak Banten belajar di ruangan mirip kandang ayam
Meski renta, Hamid-Aisyah masih berjuang untuk pendidikan
Terkait suap Akil, Bupati Lebak Iti Octavia diperiksa KPK
Buku LKS SD berisi pelecehan seks tersebar di Tangerang

[bal]
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini