Gubernur Aceh ingin renovasi Masjid Raya Baiturrahman dipercepat

Kamis, 8 Januari 2015 12:34 Reporter : Afif
Gubernur Aceh ingin renovasi Masjid Raya Baiturrahman dipercepat masjid Baiturrahman. ©wikipedia.org

Merdeka.com - Gubernur Aceh Zaini Abdullah meminta kepada Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) agar tidak luput menganggarkan dana untuk renovasi Masjid Raya Baiturrahman (MRB), Banda Aceh lebih baik, indah dan modern. Sebab, Zaini menyebut pemugaran masjid kebanggaan rakyat Aceh ini sudah menjadi janjinya sejak dulu.

"Ini memang sudah menjadi cita-cita kami dari dulu agar Masjid Raya Baiturrahman bisa menjadi lebih indah," kata Zaini Abdullah, di Aceh, Kamis (8/1).

Zaini juga meminta DPR Aceh untuk memprioritaskan anggaran renovasi MRB dalam Anggaran Pendapatan Belanja Aceh (APBA) tahun 2015 ini. Karena, masjid bersejarah ini memiliki makna sendiri bagi kunjungan wisatawan muslim ke Aceh.

"Karena orang yang datang ke Banda Aceh, belum lengkap rasanya kalau belum salat di Masjid Raya. Jadi perlu direnovasi yang lebih bagus," ujarnya.

Menurut Zaini, untuk tahap awal rencananya akan dibangun sebanyak 12 buah payung dalam pelataran MRB. Payung ini layaknya seperti yang terdapat di Masjid Nabawi di Madinah, Arab Saudi.

Selain itu, di kawasan MRB untuk tahap awal juga akan dibangun lokasi parkir yang luas. Sehingga semakin meningkatkan kenyamanan para pengunjung yang datang untuk berwisata religi di MRB, Banda Aceh.

Sebelumnya, Zaini Abdullah juga pernah menyampaikan bahwa perluasan MRB yang memiliki sejarah perjuangan kemerdekaan Indonesia itu akan diperluas seperti Masjid Nabawi.

Menurut dia kala itu, rencana perluasan dan renovasi Masjid Raya Baiturrahman ini bentuk dukungan Pemerintah Aceh terhadap pelaksanaan Kota Banda Aceh menjadi Kota Madani sebagaimana keinginan seluruh rakyat Aceh yang mayoritas penganut agama Islam.

Guna mempercepat proses renovasi MRB, Pemerintah Aceh segera akan melakukan pembebasan lahan yang berada di seputaran MRB. Pembebasan ini akan dimulai sejak tahun 2015 sampai dengan selesai.

Pantauan merdeka.com di sekitar lokasi, ada banyak pertokoan dan bangunan yang harus dibebaskan bila rencana tersebut diwujudkan oleh pemerintah. Adapun gedung dan bangunan di sekitar MRB adalah semua merupakan toko produktif berjualan.

Sebut saja misalnya di Pasar Baru samping masjid pusat penjualan emas dan pakaian jadi. Demikian juga Jalan Muhammad Jam pusat penjualan elektronik, pakaian olahraga dan sejumlah perlengkapan lainnya. [gib]

Topik berita Terkait:
  1. Aceh
  2. Gubernur Aceh
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini