Gubernur Aceh akan blacklist kontraktor tak selesaikan proyek tepat waktu

Senin, 30 Oktober 2017 14:01 Reporter : Afif
Gubernur Aceh akan blacklist kontraktor tak selesaikan proyek tepat waktu Irwandi Yusuf diperiksa KPK. ©2016 merdeka.com/muhammad luthfi rahman

Merdeka.com - Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf mengancam perusahaan kontraktor yang tidak mampu menyelesaikan proyek Otsus dan APBA 2017 sampai batas akhir waktu yang ditentukan, berpeluang diblacklist oleh Pemerintah.

"Kontraknya diputus, perusahaan di-blacklist, jaminannya dicairkan," kata Irwandi Yusuf di Pendopo Bupati Aceh Tengah usai meninjau sejumlah proyek yang menggunakan sumber dana Otsus dan APBA 2017 di Kabupaten Bener Meriah dan Aceh Tengah, Minggu (29/10) melalui siran tertulis.

Irwandi mengatakan, secara umum pengerjaan semua proyek Otsus dan APBA 2017 di seluruh Aceh berjalan normal. Namun terdapat juga sejumlah pengerjaan yang terancam tak siap dengan sisa waktu yang ada.

"Ada yang terkejar, ada juga yang dalam perkiraan kami tidak terkejar walaupun dijamin oleh kontraktornya," jelasnya.

Sebelumnya, Gubernur meninjau proyek pembangunan Rumah Sakit Umum Regional Aceh Tengah di kawasan Blang Bebangka, Pegasing, dengan nilai kontrak Rp 28,999 miliar yang dikerjakan oleh PT. Jaya Semanggi Enjiniring.

Sejak tahun 2009, Pemerintah Aceh telah menetapkan RSUD Datu Beru Takengon sebagai Rumah Sakit Rujukan Regional Wilayah Tengah Aceh, meliputi Aceh Tengah, Bener Meriah, Gayo Lues dan Nagan Raya.

Selanjutnya gubernur juga meninjau paket pengadaan bangunan revitalisasi gedung depo arsip Dinas Perpustakaan dan Kearsipan yang mulai dikerjakan 5 Mei 2017 dan harus diselesaikan 29 November 2017. Proyek ini bernilai kontrak Rp 2.351.000.000 dengan pelaksana CV Pelangi Nusantara Konstruksi.

Di lokasi ini gubernur menegur pelaksana dan pengawas proyek yang tak mampu menjawab sejumlah pertanyaan mendasar terkait proyek tersebut.

Kepada pihak terkait, Gubernur meminta detail pembangunannya dipastikan sesuai kontrak sehingga kemudian tidak ditemukan kejanggalan.

"Jangan sampai baru dibangun sudah sumbat toilet, rusak pintu, turun lantai," ujar Gubernur.

Gubernur juga meninjau pembangunan menara Masjid Agung Ruhama, Takengon, yang mulai dikerjakan sejak 3 Agustus lalu. Proyek ini bernilai kontrak Rp 2,34 miliar yang dilaksanakan oleh PT Khalika Orindo. [bal]

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Aceh
  3. Irwandi Yusuf
  4. Banda Aceh
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini