Gratiskan dagangannya, pedagang Laksa diserbu demonstran aksi 2-12

Jumat, 2 Desember 2016 17:05 Reporter : Adriana Megawati
Gratiskan dagangannya, pedagang Laksa diserbu demonstran aksi 2-12 Najib, pedagang laksa. ©2016 Merdeka.com

Merdeka.com - Aksi bela Islam jilid III menyisakan cerita tersendiri buat pendemo dan pedagang makanan yang menggelar lapak dagang di kawasan Monas dan sekitarnya. Banyak massa dimanfaatkan pedagang dengan macam jenis makanan untuk mendapatkan pundi-pundi.

Seperti cerita Najib, seorang pedagang Laksa yang nongkrong di trotoar depan kantor BUMN di kawasan Kebon Sirih, Jakarta. Sekilas gerobak biru miliknya sama dengan gerobak milik pedagang lain.

Namun, yang membuat dagangannya lebih cepat laku dibanding dengan pedagang lain karena tulisan "Gratis #Penjarakan Ahok" dan membuat para pengunjuk rasa tertarik untuk mencobanya.

"Wah laksanya sudah habis mbak. Tadi diserbu habis Salat Jumat," tutur Najib kepada merdeka.com saat di lokasi, Jakarta Pusat, Jumat (2/12).

Najib memang sejak berangkat dari rumah ingin menggratiskan dagangannya ke peserta aksi. Ide menggratiskan dagang itu, kata dia, sebagai bentuk solidaritas sesama kaum muslim.

"Ya sebagai bentuk solidaritas sebagai kaum muslim. Hari ini saya membuat 300 mangkuk laksa, Alhamdulillah sudah habis," lanjutnya.

Seperti para pengunjuk rasa lainnya, dirinya menginginkan tersangka kasus dugaan penistaan agama yakni Gubernur DKI Jakarta nonaktif, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) segera ditahan.

"Ya semoga tuntutan kami segera direalisasikan. Segera tahan Ahok," tegas Najib.

Laksa merupakan makanan khas yang berbahan dasar mie yang sangat lembut yang dipadupadankan dengan bumbu khas serta kuah yang segar. Laksa adalah makanan khas perpaduan antara Melayu dengan Tionghoa. [lia]

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini