Grace kritik Film Tjokroaminoto tak tonjolkan peran Suharsikin

Rabu, 1 April 2015 10:41 Reporter : Mardani
Grace kritik Film Tjokroaminoto tak tonjolkan peran Suharsikin Pemutaran film Tjokroaminoto. ©2015 Merdeka.com

Merdeka.com - Film 'Guru Bangsa: Tjokroaminoto' diputar perdana di di XXI Epicentrum Walk Rasuna Jakarta tadi malam. Sejumlah tokoh datang dalam pemutaran film tersebut, yakni; Wakil Presiden Jusuf Kalla, mantan Presiden BJ Habibie, Menkopolhukam Tedjo Edhy Purjiatno, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan, Wakil Ketua DPR Fadli Zon, dan Ketum Golkar versi Munas Bali Aburizal Bakrie (Ical).

Film karya sutradara kondang Garin Nugroho ini cukup menyedot perhatian dari para pengguna media sosial Twitter. Salah satunya adalah Grace Natalie.

Dalam akun Twitter @grace_nat miliknya, Rabu (1/4), ketua umum PSI ini memuji Garin Nugroho atas karyanya tersebut. Menurutnya, Garin adalah sosok yang pantas membuat film biografi guru dari para bapak bangsa tersebut.

"Pastinya utk membuat film seorang tokoh sebesar Tjokroaminoto ngga mudah. Dan Garin menunjukkan kelasnya.=) *jempoll," demikian kicau Grace.

Dia juga mengapresiasi akting dari Reza Rahardian yang berperan sebagai Tjokroaminoto. Menurutnya, Reza Rahardian berhasil memerankan sosok Tjokro dengan karakter yang kuat, cerdas, berani tapi juga lembut.

"Salut utk Reza yang keren bgt aktingnya.Tentu tdk mudah memerankan Tjokro, dgn sekian byk gagasan & tindakannya."

" Nonton @tjokro_movie , rasanya seolah menjadi anak2 Gang 7 Peneleh. Duduk mendengarkan Sang Guru Bangsa."

"Entah kita adlh Muso, Soekarno, Kartosuwiryo atau siapapun, Tjokro adalah titik awal bangsa ini."

Meski demikian, Grace juga mengritik film tersebut. Dia mengritisi sosok Suharsikin, istri Tjokroaminoto, yang tak begitu ditonjolkan.

"Satu catatan saya, peran Suharsikin isteri Tjokro nampaknya tidak ditempatkan cukup strategis," kicaunya.

"Bukankah Rumah Gang 7 Peneleh tdk akan pernah menjadi kos2an kalau bukan krn inisiatif Suharsikin yg ingin membantu ekonomi keluarga?"

Dia mengakui Tjokroaminoto lah yang 'mengisi' otak para pelajar yang kost di Peneleh. Namun, Suharsikin lah yang membesarkan jiwa mereka layaknya seorang ibu.

"Tjokro dan Suharsikin bagaikan 1 tubuh dengan 2 sayap. Tak mungkin terbang jika patah salah satunya," kicaunya.

"Untung @garinfilm sempat menyelipkan kalimat Suharsikin "Kamu boleh bangun dunia sbsr gagasanmu. Tp jgn hancurkan rmhmu" [dan]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini