Gonjang-ganjing rebutan takhta Raja DIY, Sultan keluarkan sabda tama

Jumat, 13 Maret 2015 07:29 Reporter : Hery H Winarno
Gonjang-ganjing rebutan takhta Raja DIY, Sultan keluarkan sabda tama Pernikahan putri Sultan HB X. ©Rumgapres/Abror Rizki

Merdeka.com - Sultan Hamengku Buwono X, Jumat (6/3) kemarin secara mendadak membacakan sabda tama atau amanat Sultan Hamengku Buwono X di Bangsal Kencana Keraton yogyakarta. Dalam sabda tama yang berisi 8 butir itu, Sultan menyatakan, tidak seorang pun kecuali Raja yang bisa memutuskan atau berbicara tentang Keraton Yogyakarta, terutama terkait suksesi takhta keraton.

Sultan mengeluarkan sabda tama terkait pembahasan Raperda Istimewa (Raperdais) DIY tentang Tata Cara Pengisian Jabatan, Kedudukan, Tugas, dan Wewenang Gubernur dan Wakil Gubernur. Hal ini dianggap sesuatu yang sangat krusial bagi keraton Yogyakarta karena mengenai siapa calon penerus takhta setelah Sultan HB X. Seperti diketahui, Sri Sultan HB X tidak memiliki keturunan laki-laki.

Sebelum sabda tama dikeluarkan, Sultan dikabarkan berselisih pendapat dengan tiga adiknya, yakni Kanjeng Gusti Pangeran Haryo (KGPH) Hadiwinoto, GBPH Prabukusumo, dan GBPH Yudhaningrat soal isi Rancangan Raperdais. Di mana isi Raperdais itu, calon gubernur dan calon wakil gubernur DIY wajib menyerahkan daftar riwayat hidup yang memuat, antara lain: riwayat pendidikan, pekerjaan, saudara kandung, istri, dan anak.

Kata istri dalam kalimat Raperdais tersebut dinilai Sultan sangat diskriminasi terhadap perempuan. Dengan kata lain, dalam Rancangan Raperda tersebut Gubernur dan Wakil Gubernur DIY hanya boleh dijabat oleh laki-laki saja. Artinya keturunan Sultan sendiri bisa jadi tidak akan menjadi penerus tak [hhw] SELANJUTNYA

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini