Golkar Nilai Arteria Dahlan Tak Cerminkan Sikap Nasionalis soal Polemik Bahasa Sunda

Jumat, 21 Januari 2022 15:13 Reporter : Randy Ferdi Firdaus
Golkar Nilai Arteria Dahlan Tak Cerminkan Sikap Nasionalis soal Polemik Bahasa Sunda Tubagus Ace Hasan Syadzily. ©dpr.go.id

Merdeka.com - Plt Ketua DPD Golkar Jawa Barat (Jabar) Ace Hasan Syadzily mengaku tersinggung dengan ucapan Politikus PDIP Arteria Dahlan soal bahasa Sunda. Meskipun telah minta maaf, Ace menilai Arteria tak patut bicara menyinggung SARA sebagai pejabat publik.

Ace menilai, pernyataan Arteria lebay. Menurut dia, Arteria tidak mencerminkan sikap seorang nasionalis yang menghargai keragaman suku dan bahasa yang dimiliki bangsa kita.

“Seorang nasionalis sejati sesungguhnya orang yang menghargai keragaman suku, bahasa dan budaya bangsa tanpa kehilangan komitmennya dalam bingkai NKRI,” kata Ace saat dihubungi merdeka.com, Jumat (21/1).

Menurut dia, desakan Arteria kepada Jaksa Agung ST Burhanuddin agar memecat Kajati yang memakai bahasa sunda saat rapat hal yang aneh. Dia menilai, tak mungkin hanya karena menggunakan bahasa daerah, seseorang harus dipecat dari upaya mengabdi kepada negara.

Ace yakin masyarakat Sunda sudah memaafkan Arteria. Kendati, menurut dia, tak cukup hanya persoalan minta maaf. Sebab, Arteria merupakan tokoh politik yang dikenal luas dengan pernyataannya menimbulkan kekecewaan masyarakat Sunda..

“Hal ini menunjukan inkonsistensinya dalam menghargai masyarakat Sunda yang populasinya terbesar kedua di Indonesia,” tegas dia.

2 dari 3 halaman

Minta Maaf

Arteria Dahlan akhirnya minta maaf kepada masyarakat Jawa Barat karena pernyataannya tersebut. Setelah sebelumnya, dia malah menantang pihak yang keberatan untuk melaporkan ke MKD.

“Saya dengan sungguh-sungguh menyatakan permohonan maaf kepada masyarakat Jawa Barat, khususnya masyarakat Sunda atas pernyataan saya beberapa waktu lalu,” ujar Arteria usai memberikan klarifikasi kepada DPP PDIP di Kantor DPP PDIP, Menteng, Jakarta, Kamis (20/1).

Klarifikasi dan permintaan maaf Arteria disampaikannya saat diterima oleh Sekjen DPP PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, dan Ketua DPP PDI Perjuangan, Komarudin Watubun.

"Saya menyerahkan sepenuhnya kepada DPP Partai. Sebagai Kader Partai saya siap menerima sanksi yang diberikan Partai. Saya belajar dari persoalan ini, dan terima kasih atas seluruh kritik yang diberikan ke saya, pastinya akan menjadi masukan bagi saya untuk berbuat lebih baik lagi,” kata Arteria.

3 dari 3 halaman

Sanksi Peringatan

DPP PDIP memberi sanksi peringatan kepada Arteria Dahlan atas pernyataannya yang dinilai melanggar etik dan disiplin Partai.

"Surat sanksi peringatan ditandatangani Pak Sekjen dan saya sebagai Ketua DPP Bidang Kehormatan," kata Komaruddin Watubun.

"DPP Partai menerima berbagai laporan dan membaca pemberitaan di media, termasuk dari pendukung partai di Jawa Barat yang merasa terusik dan kurang nyaman dengan pernyataan Pak Arteria itu," lanjutnya.

Dalam klasifikasi tersebut, Komaruddin menegaskan, bahwa apa yang disampaikan Arteria Dahlan dari sisi organisasi di Partai, penilaian Partai hal itu sudah melanggar etik dan disiplin organisasi.

"Dalam klarifikasi dengan DPP hari ini, Pak Arteria menyampaikan permintaan maaf ke masyarakat Jawa Barat, khususnya masyarakat Sunda. Dia pun menyerahkan sepenuhnya kepada DPP Partai. Sebagai kader Partai siap menerima sanksi yang diberikan Partai. Jadi DPP Partai memberikan sanksi peringatan kepadanya. Semoga ini menjadi pembelajaran bagi Pak Arteria," jelas Komaruddin. [rnd]

Baca juga:
Mobil Arteria Berpelat Polri, Pimpinan DPR Duga Didapat Karena Hubungan Pribadi
Mobil Arteria Dahlan Belum Bayar Pajak dan Denda Total Rp10 Juta
Kritik Kajati, Arteria Dahlan Ternyata juga Pakai Bahasa Sunda saat Rapat DPR

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini