GMNI Nilai Demo di Cianjur Berujung Pembakaran Anggota Polri Kecelakaan

Sabtu, 17 Agustus 2019 07:03 Reporter : Merdeka
GMNI Nilai Demo di Cianjur Berujung Pembakaran Anggota Polri Kecelakaan Anggota Polisi Terbakar di Tengah Aksi Demo. ©2019 Merdeka.com/Aksara Bebey

Merdeka.com - Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) menyesalkan adanya insiden anggota Polri terbakar saat unjuk rasa di depan Gedung Pemkab Cianjur, Jawa Barat.

Ketua DPP GMNI, Imanuel Cahyadi menyampaikan, aksi demonstrasi merupakan hak konstitusional warga negara dan memang harus dilakukan untuk menyampaikan kepentingan rakyat. Terlebih, mahasiswa sebagai intermediary actor alias penyambung lidah rakyat kepada suprastruktur.

"Tindakan oknum mahasiswa di dalam Barisan Cipayung Plus Cianjur tersebut kami harap tidak ada unsur kesengajaan untuk membakar polisi. Kami mengira itu sebuah kecelakan," tutur Imanuel dalam keterangannya, Jumat (17/8).

Imanuel merasa, mahasiswa tentu telah berkoordinasi bersama Polri sebelum melakukan aksi. Hanya saja, dalam kondisi tertentu memang tidak jarang terjadi hal yang menyebabkan kedua pihak terlibat ketegangan.

"Kalau Kita lihat di video-video yang beredar kemarin, ada ketegangan antara aparat dan mahasiwa sebelum kejadian terbakarnya korban," jelas dia.

Hanya saja, lanjut Imanuel, pihaknya menyayangkan kondisi tersebut menimbulkan korban. Terlebih, satu dari empat anggota Polri yang mengamankan jalannya aksi malah terbakar hidup-hidup di lokasi.

"Kami sangat mendukung proses hukum yang ada dan akan mengambil tindakan tegas secara organisasi bila terbukti oknum tersebut adalah kader GMNI. Terkait sikap DPP GMNI, ya kita harus rapikan barisan dan konsolidasi lagi agar gerakan-gerakan yang dibuat mahasiswa ke depan tidak terulang lagi," Imanuel menandaskan.

Reporter: Nanda Perdana Putra [ray]

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini