Giliran Muhammadiyah Desak Jokowi Bentuk TPF Kasus Tewasnya 6 Laskar FPI

Selasa, 8 Desember 2020 14:38 Reporter : Merdeka
Giliran Muhammadiyah Desak Jokowi Bentuk TPF Kasus Tewasnya 6 Laskar FPI Busyro Muqoddas. Merdeka.com/Dwi Narwoko

Merdeka.com - Ketua PP Muhammadiyah Bidang Hukum dan HAM, Busyro Muqoddas mendesak Presiden Joko Widodo atau Jokowi untuk membentuk tim investigasi independen atas insiden terbunuhnya enam laskar Front Pembela Islam (FPI) oleh polisi di Jalan Tol Jakarta-Cikampek (Japek) KM 50.

"Dan kepada presiden selaku panglima tertinggi TNI dan Polri, juga kami mendesak terhadap peristiwa ini bukan saja diambil sikap yang minimalis atau formalistik. Tetapi dibentuk satu tim, yaitu tim independen yang terdiri dari sejumlah pihak," kata Busyro dalam keterangan pers secara daring, Selasa (8/12).

Busyro mengusulkan tim itu bisa terdiri dari Komnas HAM, serta lembaga negara lain yang masih terkait dengan kasus tersebut. Tim tersebut dinilai penting agar terkumpul fakta-fakta objektif agar tidak ada yang disembunyikan.

"Dan unsur-unsur masyarakat yang memiliki kompetensi dan track record serta komitmen untuk menelaah, mengkaji masalah ini secara objektif berdasarkan fakta yang tidak ada yang tersembunyi atau disembunyikan," ucapnya.

Menurut Busyro, tim independen juga penting demi terpenuhi keterbukaan dan akuntabilitas. Dia menilai masyarakat menghendaki proses investigasi yang berimbang.

"Proses-proses yang menunjukkan keterbukaan, kejujuran dan akuntabilitas. Oleh karena itu maka Pimpinan Pusat Muhammadiyah memandang sangat mendesak dibentuknya tim independen tersebut," tegasnya.

Baca Selanjutnya: Sebelumnya polisi menembak mati enam...

Halaman

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini