Gibran-Teguh 100 Hari Pimpin Solo, Ini Masukan dari FX Rudy

Senin, 7 Juni 2021 21:06 Reporter : Arie Sunaryo
Gibran-Teguh 100 Hari Pimpin Solo, Ini Masukan dari FX Rudy Gibran bertemui FX Rudy. ©2019 Merdeka.com/Arie Sunaryo

Merdeka.com - Pemerintahan Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka dan Teguh Prakosa genap berusia 100 hari, Sabtu pekan lalu. Tak sedikit masyarakat yang berharap adanya perubahan ke arah yang lebih baik. Namun banyak juga warga yang memaklumi jika waktu 100 hari belumlah cukup untuk mengukur keberhasilan dalam sebuah pemerintahan.

Wali Kota sebelumnya FX Hadi Rudyatmo termasuk salah satu yang memaklumi. Waktu 100 hari dinilainya belum bisa dijadikan ukuran untuk menilai kinerja seorang wali kota dan wakilnya. Apalagi saat dilantik pasangan Gibran - Teguh harus dihadapkan dengan kondisi pandemi Covid-19.

Kendati demikian, pria berkumis tebal yang akrab disapa Rudy itu mempunyai sejumlah saran atau prioritas pekerjaan yang harus dilakukan Gibran.

"Yang pertama, wali kota ini menyelesaikan dulu tentang RPJMD (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah) yang sudah mulai dibahas DORD. Yang kedua, kepala daerah itu tidak bisa diukur hanya dalam waktu 100 hari. Apalagi dengan masa pandemi Covid-19 ini," ujar Rudy saat ditemui di rumahnya, Senin (7/6).

Rudy menyampaikan, seperti visi misi yang disampaikan Gibran-Teguh saat dilantik, prioritas utama adalah pemulihan ekonomi pasca pandemi. Diantaranya dengan adanya kebijakan pelonggaran-pelonggaran. Namun ia mengingatkan agar pemerintah kota agar segera mengevaluasi dampak negatif yang ditimbulkan.

"100 hari ini mas Gibran dan pak Teguh tentunya lebih menindaklanjuti program-program yang sudah disusun sejak tahun 2020, tentang penjabaran APBD 2020. Inilah yang harus segera digerakkan, sehingga kegiatan fisik dan non fisik segera berjalan. Sehingga akan menimbulkan dampak positif terhadap perekonomian," tandasnya.

Dengan demikian, dikatakan Rudy, selain bisa menyerap tenaga kerja, anggaran APBD juga bisa terserap.

"Saran saya, wali kota dan wakil wali kota ini pelayan masyarakat dan yang kedua adalah petugas partai," pungkas dia.

Pada kesempatan sebelumnya, Gibran menyampaikan, waktu 3 bulan belumlah cukup untuk mewujudkan visi misi seperti yang disampaikan dalam pidato pelantikan di Gedung Graha Paripurna DPRD Solo. Usai pelantikan, Gibran dan Teguh memang langsung tancap gas untuk mempersiapkan vaksinasi Covid-19.

"3 bulan memang waktu yang terlalu singkat untuk mewujudkan dan mengimplementasikan visi misi saya dan Pak Teguh sebagai wali kota dan wakil wali kota," ujar Gibran, Sabtu (29/5).

Namun demikian, dikatakannya, terlihat sekali adanya kegairahan, antusiasme serta semangat dari warga untuk bersama sama membangun Kota Solo.

"Saya kira itu akan menjadi dorongan energi bagi kami untuk mewujudkan cita-cita bersama," tandasnya.

Gibran Rakabuming Raka dan Teguh Prakosa resmi dilantik menjadi Wali Kota dan Wakil Wali Kota Solo oleh Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, bersama 16 kepala daerah di Kabupaten/Kota lainnya, Jumat (26/5) lalu. Keduanya berkomitmen untuk mempercepat pemulihan ekonomi seiring proses vaksinasi Covid-19. [eko]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini