Gibran Soal Kerumunan McDonald's: Pokoknya Jangan Ada Promo Seperti itu Lagi

Kamis, 10 Juni 2021 12:39 Reporter : Arie Sunaryo
Gibran Soal Kerumunan McDonald's: Pokoknya Jangan Ada Promo Seperti itu Lagi Tim Cipta Kondisi Bubarkan Kerumunan di McDonalds Solo. ©2021 Merdeka.com/Arie Sunaryo

Merdeka.com - Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka mengambil tindakan tegas munculnya kerumunan di gerai McDonald's Jalan Slamet Riyadi Solo, Jawa Tengah, Rabu (9/6). Selain menutup sementara gerai, pihaknya juga sudah menghapus promo seri BTS Meal yang mengundang antusias masyarakat.

“Kemarin sudah kami tutup untuk sementara. Lalu, promonya yang ada di gofood juga sudah kami hapus,” katanya seusai ziarah di makam mantan Wali Kota Solo Sindoere, Kelurahan Sewu, Jebres, Kamis (10/6).

“Kemarin langsung ditutup sementara. Tutup sementara dulu, surat peringatan,” sambungnya menegaskan.

Menurut Gibran, yang memicu terjadinya kerumunan ojek online adalah promo yang ditawarkan.

“Kalau promonya nggak ada ya nggak ada kerumunan. Promonya aja itu loh, BTS Meal,” tandasnya.

Kendati ditutup, Gibran memastikan para pelanggan McDonald's masih bisa dilayani. Pihaknya akan berkoordinasi dengan manajemen gerai untuk mencari solusi terbaik. Apalagi selama ini layanan di gerai McDonald's Slamet Riyadi tidak pernah menimbulkan kerumunan.

“Kalau gerainya beroperasi normal juga tidak pernah menimbulkan kerumunan. Yang menimbulkan kerumunan promosinya itu. Nanti kami koordinasi lagi,” jelasnya.

“Pokoknya jangan ada promo-promo seperti itu, kasihan ojolnya juga. Berkerumun, antri lama sekali. Ya nanti kami koordinasi lagi,” katanya.

Sebelumnya, tim cipta kondisi membubarkan kerumunan yang terjadi di gerai McDonald's, Rabu. Kerumunan oleh para pengemudi ojek online dipicu adanya promo menu baru McDonald's dengan seri BTS Meal.

Akibat promo menu baru tersebut ratusan pengemudi ojek online yang kebanjiran pesanan menyerbu gerai. Manajemen gerai dinilai tidak siap mengantisipasi kondisi yang akan terjadi, sehingga pelanggaran protokol kesehatan tak terhindarkan. Petugas yang datang pun tak kuasa memecah kerumunan.

Kapolresta Surakarta, Kombes Pol Ade Safri Simajuntak mengatakan, pihaknya mendapatkan laporan terjadinya kerumunan sekitar pukul 12.30 WIB. Ada sekitar 150 ojek online yang berada di lokasi kerumunan. Pihaknya langsung menerjunkan tim Sparta dan Dalmas ke lokasi.

“Hasil koordinasi kami dengan pihak manajemen akhirnya kita bubarkan. Sambil nanti proses berjalan, pihak manajemen mengatur kembali bagaimana sistem antriannya. Karena saat ini kita masih dalam masa pandemi. Kota Solo harus kita jaga, keselamatan rakyat adalah hukum yang tertinggi,” ujarnya.

Kapolresta menilai manajemen tidak siap mengantisipasi besarnya antusias masyarakat dengan promo menu makanan baru tersebut. Baik dari sisi antrian maupun metode pengambilan barang serta pembayarannya.

“Kita sudah coba mengatur manajemen antrian di spot gerai makanan tersebut. Kita bagi menjadi tiga, namun tetap terjadi kerumunan. Ini yang saya katakan tadi, tidak diantisipasi oleh pihak manajemen. Sehingga tetap kita bubarkan,” tandasnya.

Mantan Kapolres Karanganyar itu menegaskan, pihaknya tidak ingin terjadi penyebaran Covid-19 di Kota Solo. Apalagi persebaran Covid-19 di Solo saat ini masih sangat fluktuatif, sehingga harus tetap dijaga.

“Kita akan lakukan apapun juga untuk demi menjaga keselamatan masyarakat di tengah pandemi ini, agar mata rantai penyebaran Covid-19 bisa diputus,” katanya.

Ade mengaku telah memberikan teguran kepada manajemen gerai terkait masalah tersebut. Manajemen juga diminta agar berkoordinasi dengan pusat agar antrian tidak menimbulkan kerumunan. Apalagi promo menu baru tersebut masih akan berlangsung hingga besok.

“Kita akan terus awasi, kita ikuti perkembangannya di lapangan. Sekali lagi, kerumunan sangat rentan terhadap penyebaran Covid secara masiv. Itu yang harus kita antisipasi bersama. Sementara ini teguran, kita akan ikuti bagaimana perkembangan hasil konsolidasi manajemen terkait dengan itu,” pungkas dia. [fik]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini