Gerindra Tegaskan Tolak Tawaran Menteri dari Presiden Jokowi

Senin, 1 Juli 2019 12:08 Reporter : Ahda Bayhaqi
Gerindra Tegaskan Tolak Tawaran Menteri dari Presiden Jokowi Prabowo bertemu Sohibul Iman. ©Liputan6.com/Herman Zakharia

Merdeka.com - Anggota Dewan Penasihat Partai Gerindra Muhammad Syafi'i menegaskan tawaran menteri, dewan pertimbangan presiden, sampai duta besar oleh Presiden Joko Widodo hanya sebatas rumor. Pihaknya bakal menolak tawaran tersebut.

Penolakan terhadap tawaran menteri dan sebagainya itu akan dilakukan jika Gerindra memutuskan untuk menjadi oposisi.

"Saya bilang rumor itu terus bergulir, tapi kalau kita memilih menjadi oposisi saya kira sudah tahu jawabannya seperti apa nggak mungkin kita terima tawaran itu," kata Syafi'i di Gedung DPR, Senayan, Jakarta Pusat, Senin (1/6).

Syafi'i menegaskan, Gerindra akan menjadi oposisi sepenuhnya. Baik tak menjadi anggota kabinet Jokowi, sampai oposisi di parlemen.

"Saya kira oposisi dalam makna yang sebenarnya, berarti baik di kabinet maupun parlemen," ucapnya.

Syafi'i meyakini Gerindra bakal condong menjadi oposisi. Sebab dalam demokrasi oposisi dibutuhkan sebagai penyeimbang. Prabowo dinilai akan memutuskan Gerindra sebagai oposisi karena mendukung sistem demokrasi tersebut.

Sementara, keputusan tidak hanya diambil Prabowo sepihak. Menurut Syafi'i akan ada mekanisme kepartaian untuk mendengar pendapat kader dari seluruh Indonesia. Dia yakin, kader Gerindra mendukung tetap sebagai oposisi.

"Kader partai Gerindra dan pemikir demokrasi pasti menginginkan Gerindra tetap pada oposisi," ucapnya. [ded]

Topik berita Terkait:
  1. Gerindra
  2. Presiden Jokowi
  3. Jakarta
Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini