Gerindra Sebut Koruptor Dana Bencana Alam Pantas Dihukum Mati

Selasa, 10 Desember 2019 11:52 Reporter : Merdeka
Gerindra Sebut Koruptor Dana Bencana Alam Pantas Dihukum Mati MKD usai periksa Setnov di KPK. ©2017 Merdeka.com/Dwi Narwoko

Merdeka.com - Wakil Ketua Umum Gerindra Sufmi Dasco mengatakan pihaknya mengapresiasi pernyataan Presiden Joko Widodo yang menyebut peluang hukuman mati bagi koruptor apabila masyarakat mendesak.

"Itu merupakan warning bagi kita semua, baik eksekutif maupun legislatif, untuk terus tata keuangannya tertib dan baik, itu merupakan suatu sinyal pak presiden tidak akan pandang bulu dan akan tegas memberantas korupsi. Itu kita apresiasi," kata Dasco di Kompleks Parlemen Senayan, Selasa (10/12/2019).

Namun, Dasco menyebut hukuman mati itu sebaiknya tidak dilakukan ke semua kasus korupsi. "Untuk hukuman mati perlu kemudian ditimbang tingkat kesalahannya, seberapa berat yang dilakukan," katanya.

Ia mencontohkan yang pantas dihukum mati adalah koruptor dana bencana alam. "Kalau itu saya setuju. Karena bencana alam adalah urgensi, ketika bencana alam maka ada orang susah dan menderita. Kalau kemudian bantuan atau pengelolaan anggaran itu dikorupsi itu kelewatan. Saya setuju kalau itu," jelasnya.

Wakil Ketua DPR itu meminta tidak semua kasus korupsi disamaratakan hukumannya menjadi hukuman mati.

"Ya jangan disamaratakan. Kan juga ada kekhilafan ya, kecil-kecil gitu lho. Tapi kalau misalnya tadi bantuan bencana kemudian disalahgunakan, ya itu termasuk kategori berat menurut saya," ia menandaskan. [ded]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini