Gerindra: Kecurangan Terjadi di Pilpres, Kemungkinan juga Ada di Pileg

Rabu, 15 Mei 2019 13:28 Reporter : Sania Mashabi
Gerindra: Kecurangan Terjadi di Pilpres, Kemungkinan juga Ada di Pileg Muhammad Syafii . ©dpr.go.id

Merdeka.com - Anggota Dewan Pengarah Partai Gerindra Mohamad Syafi'i menuding telah terjadi kecurangan dalam kontestasi Pilpres 2019. Namun, kata dia, tak tertutup kemungkinan kecurangan juga terjadi di Pileg 2019.

"Tapi dalam Pemilu 2019 ini kayaknya walaupun tidak menutup kemungkinan terjadi kecurangan pemilu di pileg, tapi pemilu (curang) khususnya terjadi di Pilpres," kata Syafi'i di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (15/5).

"Jadi bedakan ya, tidak tertutup kemungkinan terjadi kecurangan pemilu di pileg, tapi pemilu curangnya itu hampir pasti terjadi di pilpres," sambungnya.

Menurutnya, dalam pemilu kali ini yang sudah pasti ada desain kecurangan adalah pilpres. Sedangkan, untuk pileg baru terindikasi ada kecurangan.

"Kalau di pileg itu saya kira ada kecurangan tapi bukan pemilu curang. Tapi kalau untuk pilpres itu memang pemilu curang," ungkapnya.

Tambahnya, Syafi'i sangat naif jika pemilu sekarang ini dianggap sudah jujur dan adil. Sebab, kata dia, masih ada kecurangan dalam Pemilu 2019.

"Dan saya kira sangat naif kalau ada yang mengatakan pemilu ini sudah berjalan dengan jurdil. Saya kira itu sangat naif," ucapnya.

Sebelumnya, Calon Presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto menolak hasil perhitungan suara Pilpres 2019 Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang dinilai diwarnai kecurangan. Prabowo tak akan menerima hasil suara yang dimanipulasi.

"Sikap saya adalah saya akan menolak hasil penghitungan yang curang, kamu tidak bisa menerima ketidakadilan, ketidakbenaran dan ketidakjujuran," kata Prabowo saat mengungkap fakta-fakta kecurangan pilpres di Grand Sahid Jaya, Jakarta, Selasa (14/5) malam. [rnd]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini