Gerindra ke Nadiem: Kasihan Rakyat di Masa Pandemi Menterinya Tidak Peka

Jumat, 10 September 2021 14:00 Reporter : Muhammad Genantan Saputra
Gerindra ke Nadiem: Kasihan Rakyat di Masa Pandemi Menterinya Tidak Peka Mendikbudristek Raker dengan Komisi X DPR. ©2021 Liputan6.com/Angga Yuniar

Merdeka.com - Anggota Komisi X DPR RI Fraksi Gerindra Ali Zamroni mengkritisi Menteri Pendidikan Kebudayaan dan Riset Teknologi Nadiem Makarim yang berencana merenovasi ruang kerja dan ruang rapat dengan total biaya Rp5 miliar lebih. Ali menyebut Nadiem tidak peka terhadap rakyat.

"Kasihan rakyat di masa pandemi menterinya tidak peka," ujarnya lewat pesan singkat, Jumat (10/9).

Apalagi, lanjut Ali, anggaran pendidikan di RAPBN 2022 turun Rp9 triliun lebih dibanding 2021. Yaitu dari Rp81,5 triliun turun menjadi Rp72,9 triliun.

"Akibat krisis karena pandemi dan minimnya masukan keuangan negara," ucapnya.

Ali menambahkan, harusnya Nadiem melihat skala prioritas karena turunnya anggaran pendidikan itu. Serta harus sering turun ke lapangan untuk memantau pembelajaran di berbagai daerah.

"Bukannya malah memperbagus ruang kerja, masih banyak sarana dan prasarana pendidikan jauh dari kata layak, sekolah rusak, atap ruang kelas bocor lantai masih tanah," pungkasnya.

Sementara itu, Kemendikbud Ristek memberikan penjelasannya. Menurut Plt Kepala Biro Kerjasama dan Hubungan Masyarakat, Anang Ristanto, renovasi ini dilakukan dilakukan pada keseluruhan lantai dua Gedung A.

"Renovasi yang dilakukan pada keseluruhan lantai 2 Gedung A Kemendikbudristek merupakan tindak lanjut dari Peraturan Presiden Nomor 62 Tahun 2021 yang mengamanatkan penggabungan unsur Riset dan Teknologi ke dalam Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan," katanya lewat pesan elektronik yang diterima merdeka.com, Jumat (10/9).

Penggabungan dua kementerian yang sebelumnya terpisah, kata dia, menyebabkan perubahan struktur organisasi dan penambahan Pimpinan Tinggi Madya/pejabat Eselon I Staf Ahli Menteri sebanyak lima orang.

"Renovasi dilakukan untuk menyiapkan ruangan bagi para pejabat baru beserta tim kerjanya, sekretariat tata usaha pimpinan, ruang kerja Staf Khusus Menteri, serta ruangan Menteri," jelas dia.

Selain itu, sambung Anang, kebutuhan renovasi untuk menghadirkan lingkungan kerja yang aman.

"Selain itu, urgensi penataan ruangan di lantai 2 Gedung A Kemendikbudristek adalah untuk menghadirkan lingkungan kerja yang aman dan sesuai dengan protokol kesehatan," jelas Anang.

Seperti diberitakan sebelumnya, Kementerian Pendidikan Kebudayaan dan Riset Teknologi berencana merenovasi ruang kerja Mendikbud Ristek Nadiem Makarim. Total biaya renovasi yang dikeluarkan sebesar Rp5 miliar lebih.

Hal ini terungkap dari situs lpse.kemdikbud.go.id. Dalam situs itu, disebutkan penataan ruang kerja dan ruang rapat gedung A. Nilai pagu paket sebesar Rp 6.500.000.000 dan Nilai Harga Perkiraan Sendiri (HPS) mencapai Rp5.391.858.505. Satuan kerja dalam hal ini adalah biro umum dan pengadaan barang dan jasa. [bal]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini