Gerindra dituduh dukung khilafah, ini respons Sandiaga Uno

Jumat, 4 Agustus 2017 14:31 Reporter : Raynaldo Ghiffari Lubabah
Sandiaga usai acara buka bersama Wapres JK. ©2017 Merdeka.com/Supriatin

Merdeka.com - Wakil Gubernur DKI Jakarta terpilih yang juga kader Partai Gerindra Sandiaga Uno membantah partainya mendukung berdirinya negara khilafah. Sandiaga mengklaim alasan dirinya masuk Gerindra karena menilai partai besutan Prabowo Subianto itu menjadikan Pancasila sebagai landasan organisasi.

"Saya masuk Gerindra karena Gerindra adalah partai nasionalis yang sudah mencanangkan bahwa Pancasila, NKRI, undang-undang, pancasila ini adalah landasan dan harga mati," kata Sandiaga saat ditemui di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (4/8).

Kendati demikian, Sandiaga enggan berkomentar lebih jauh soal tudingan Viktor dan menyerahkan ke pengurus DPP Gerindra. Dia mengaku hanya fokus bekerja di Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

"Tapi untuk komentarnya biar lah senior senior saja. Saya kan tugasnya di DKI," pungkasnya.

Sebelumnya, sebuah video pidato Ketua DPP Partai NasDem Viktor Bungtilu Laiskodat di Nusa Tenggara Timur beredar luas. Isinya, Viktor menuding empat partai yang mendukung berdirinya khilafah di Indonesia. Dalam video berdurasi 02.06 itu, Viktor awalnya menyebut adanya kelompok ekstremis yang tidak menginginkan dasar negara NKRI. Mereka ingin bentuk negara khilafah.

"Mau bikin satu negara, dong mau di negara NKRI, dong mau khilafah. Ada sebagian kelompok ini yang mau bikin negara khilafah," ujar Viktor dalam video tersebut. [noe]

Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Subscribe and Follow

Temukan berita terbaru merdeka.com di email dan akun sosial Anda.