Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Gerakan Kelompok Pro Khilafah Kembali Masif, Masyarakat Harus Waspada

Gerakan Kelompok Pro Khilafah Kembali Masif, Masyarakat Harus Waspada Konvoi gerakan khalifah islamiyah. ©2022 twitter.com/Miduk17

Merdeka.com - Maraknya konvoi dan kampanye ideologi khilafah harus menjadi perhatian serius. Penyebaran paham ini jelas-jelas bertentangan dengan ideologi Pancasila.

Pendiri NII Crisis Center, Ken Setiawan mendorong agar regulasi menjerat kelompok seperti ini semakin diperkuat. Dia melihat paham ini juga kerap menyasar aparat negara.

"Tema Khilafah mulai ramai kembali. Mereka berlindung atas nama kebebasan berpendapat, ini demokrasi, sehingga mereka menggunakan celah ini untuk menyampaikan propagandanya di tengah masyarakat," kata Ken dalam keterangannya, Jumat (10/6).

Menurutnya, hal ini tidak bisa dibiarkan karena dapat membahayakan bangsa. Ken menilai pembubaran Hizbut Tahrir Indonesia (HTI), bukan berarti penyebaran paham negatif berhenti.

"Meski ormas radikal ditindak secara organisasi, sementara orang-orangnya ketika ganti nama mereka bisa melakukan propagandanya kembali dengan nama-nama lain, tutur mantan anggota Negara Islam Indonesia (NII) ini.

Ken berpendapat, kelompok ini kerap berupaya mengambil simpati masyarakat melalui kedok gerakan sosial. Untuk itu, Ken, mengingatkan agar masyarakat meningkatkan kewaspadaan.

"Sehingga yang terjadi masyarakat susah untuk mengidentifikasi dan akhirnya banyak masyarakat yang bersimpati dan bergabung," jelasnya.

Selain soal penajaman regulasi, Ken berharap Kementerian Agama mengkaji aturan terkait sertifikasi penceramah. Tujuannya, kata Ken, sehingga orasi-orasi keagamaan yang ada di masyarakat bisa menyejukkan, mempersatukan antar-umat beragama agar terhindar dari perpecahan.

"Selama ini masih ditemukan orasi-orasi keagamaan mengandung ujaran kebencian, hujatan dan caci maki," tegasnya.

Ken juga mengimbau kepada seluruh masyarakat agar mencari ilmu keagamaan dengan guru yang moderat. Ken juga berpesan masyarakat harus berani menolak bila diajak mengikuti kajian-kajian mengkafirkan orang lain, anti-kebhinekaan, dan merasa paling benar.

"Tolak ukurnya agama adalah akhlak. Kalau kita menjadi rusak, menjadi pemarah, berarti kita belajar dengan guru yang salah," tandasnya.

(mdk/did)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP
Pemerintah Diingatkan Harus Lebih Tegas Tangani Kelompok Anti-Pancasila
Pemerintah Diingatkan Harus Lebih Tegas Tangani Kelompok Anti-Pancasila

Organisasi kelompok anti-Pancasila sudah dibubarkan, tapi sel-sel mereka masih terus bergerak di bawah tanah.

Baca Selengkapnya
Waspadai Aksi Kemanusiaan Bela Palestina Disusupi Kelompok Pengusung Khilafah
Waspadai Aksi Kemanusiaan Bela Palestina Disusupi Kelompok Pengusung Khilafah

Jatuhnya banyak korban dari masyarakat sipil di Palestina bisa dikatakan sebagai genosida di abad modern.

Baca Selengkapnya
Jika Menang Pilpres, Mahfud Sebut Bakal Mengambil Kombinasi Kepemimpinan Soekarno-Hatta
Jika Menang Pilpres, Mahfud Sebut Bakal Mengambil Kombinasi Kepemimpinan Soekarno-Hatta

Sumatera Barat bagi Mahfud bukan hanya sekadar penyumbang orang atau tokoh, tetapi juga sebagai daerah tempat meramu ideologi yang lahir di negara ini.

Baca Selengkapnya
Kamu sudah membaca beberapa halaman,Berikut rekomendasi
video untuk kamu.
SWIPE UP
Untuk melanjutkan membaca.
MUI: Jika Ada Pihak Benturkan Agama dengan Falsafah Bangsa Jelas Keliru
MUI: Jika Ada Pihak Benturkan Agama dengan Falsafah Bangsa Jelas Keliru

Untuk mengatasi permasalahan di negara ini bukan sebuah sistem baru, tapi persatuan dan kesatuan.

Baca Selengkapnya
Arahan Kepala BPIP ke Jajaran untuk Jaga Suasana Damai dan Kondusifitas Pemilu 2024
Arahan Kepala BPIP ke Jajaran untuk Jaga Suasana Damai dan Kondusifitas Pemilu 2024

Kepala BPIP Yudian Wahyudi berharap pihaknya bisa ikut menjaga suasana damai dan kondusifitas Pemilu 2024.

Baca Selengkapnya
Pancasila Perekat Perbedaan Antar-Anak Bangsa agar Tak Mudah Dipecah Belah
Pancasila Perekat Perbedaan Antar-Anak Bangsa agar Tak Mudah Dipecah Belah

Meski ada perbedaan hingga saat ini sikap toleran tetap dipegang teguh agar tidak mudah diadu domba.

Baca Selengkapnya
Penuh Makna, Alasan Jokowi Gelar Upacara Harlah Pancasila di Blok Rokan Dumai
Penuh Makna, Alasan Jokowi Gelar Upacara Harlah Pancasila di Blok Rokan Dumai

1 Juni diperingati sebagai Hari Lahir Pancasila, Jokowi menggelar upcara di Dumai Riau

Baca Selengkapnya
BPIP Turun Langsung Perkuat Ideologi Pancasila Para Calon Paskibraka 2024
BPIP Turun Langsung Perkuat Ideologi Pancasila Para Calon Paskibraka 2024

Setelah memperoleh materi Pembinaan Ideologi Pancasila, para calon Paskibraka mengikuti Pembekalan Nilai-nilai Kebangsaan

Baca Selengkapnya
Di Depan Murid SMA, Kepala BPIP Ingatkan Anak Muda Jangan Terpapar Ideologi yang Merusak
Di Depan Murid SMA, Kepala BPIP Ingatkan Anak Muda Jangan Terpapar Ideologi yang Merusak

Prof. Yudian meminta anak muda jangan sampai terpapar ideologi yang tak sesuai dengan Pancasila

Baca Selengkapnya