Geliat Museum di Era Milenial

Minggu, 13 Oktober 2019 07:00 Reporter : Yuni, Dedi Rahmadi
Geliat Museum di Era Milenial Museum Bank Indonesia. ©2019 Merdeka.com/Yuni

Merdeka.com - Museum banyak memiliki fungsi mulai dari edukasi, tempat konservasi hingga rekreasi. Namun seiring perkembangan zaman dan teknologi, disebutkan museum bukan lagi lokasi tujuan milenial menggali informasi.

Kepala Unit Pengelola Museum Sejarah Jakarta atau dikenal Museum Fatahillah, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta, Sri Kusumawati, SS, M.Si mengatakan timnya selalu mengadakan kajian untuk mengetahui yang diinginkan oleh pengunjung atau visitor studies yang datang. Serta survei yang dilakukan dengan sampling dari gender, usia, dan juga para penyandang disabilitas.

2019 Merdeka.com/Yuni

Dari survei tersebut, lanjut dia, ditemukan bahwa generasi milenial selalu menginginkan sesuatu hal yang baru dan berbeda dari sebelumnya. Menanggapi keinginan mereka, kata dia, timnya melakukan perubahan dari mulai tata panggung hingga menyediakan cafe untuk dapat dinikmati para pengunjung.

"Kita juga melakukan perubahan yang ada di dalam museum supaya lebih banyak dinikmati oleh generasi milenial, tata pamer kita buat lebih informatif, rekreatif, dan edukatif kita lengkapi juga dengan peralatan IT jadi supaya pengunjung bisa lebih interaktif. Satu lagi yang baru di sayap kiri ada ruang Diponogoro yang baru diresmikan tanggal 1 April 2019 oleh Gubernur Anis Baswedan," jelas Sri Kusumawati saat ditemui Merdeka.com di Museum Fatahillah, Kota Tua, Jalan Taman Fatahillah No.1, Pinangsia, Taman Sari, Kota Jakarta Barat, Jumat (11/10).

2019 Merdeka.com/Yuni

Di samping itu, Sri Kusumawati dan timnya mencoba menjadikan museum yang yang ramah disabilitas.

"Dari hasil kajian pengunjung, para disabilitas yang tidak bisa naik ke lantai dua mereka minta untuk adanya layar yang menampilkan tampilan ruang yang ada di atas, dan semua itu sedang kita kaji lagi. Kita inikan dapat dana dari pemerintah jadi kadang kita ngajuin sekarang baru diterimanya tahun depan. Yang terpenting adalah kita punya perencanaan tapi kita harus liat juga apa yang dimau oleh pengunjung," kata dia.

Museum Bank Indonesia juga tidak mau kalah dalam hal menggaet pengunjung khususnya milenial. Analis Senior Bank Indonesia & Ketua AMI DKI Jakarta Yiyok T Herlambang mengatakan Museum Bank Indonesia juga terus membuat inovasi-inovasi terbaru untuk dapat menarik minat pengunjung milenial.

2019 Merdeka.com/Yuni

"Untuk menggaet milenial kita menggunakan medsos dan website kita di twitter, facebook dan instagram. Kita juga mengadakan kegiatan yang melibatkan komunitas yang mempunyai influencer dari kalangan milenial. BI juga mengadakan kegiatan yang milenial seperti jelajah museum di situ ada kuis, kedua ada forum diskusi, ketiga ada ragam interaksi disitu ada lomba-lomba musik, dan yang keempat galeri budaya ada pameran batik, lukisan itulah yang dilakukan BI untuk hidup lagi," ungkap Yiyok saat ditemui Merdeka.com di Museum Bank Indonesia, Jalan Pintu Besar Utara No.3, Jakarta Barat, Jumat (11/10).

2019 Merdeka.com/Yuni

Yiyok menuturkan dalam penyajian menjadikan interaktif antara pengunjung dan koleksi, yang kedua museum BI juga sudah dilengkapi beberapa fasilitas seperti cafe, tempat ibadah yang bersih. Lalu punya angle yang menarik, instagramable atau spot-spot untuk tempat berselfie.

"BI intinya mengikuti tren yang ada sekarang ini tapi tidak mengabaikan koleksi masa lalu, hanya dalam kemasan atau penyajiannya dikinikan, bendanya tetap kuno tapi cara-cara penyampaiannya yang kita ubah misalnya story telling menggunakan barcode," jelas dia.

2019 Merdeka.com

Tidak hanya itu, lanjut dia, BI juga memberikan kesempatan kepada mereka yang ingin menampilkan bakat untuk ditampilkan di Museum Bank Indonesia. Dengan harapan Bank Indonesia dapat dijadikan Public Space untuk anak-anak muda.

2019 Merdeka.com

Museum Fatahillah dan Museum Bank Indonesia memiliki keuntungan karena mudah diakses oleh transportasi umum. Berbeda dengan Museum M.H. Thamrin, yang letaknya sulit untuk diakses oleh kendaraan umum bahkan jalanan yang kecil juga menyulitkan pengunjung yang ingin datang dengan menggunakan bus.

2019 Merdeka.com/Yuni

Istiqomah Armitawati selaku Kepala Satuan Pelayanan Museum MH Thamrin mengatakan timnya menggunakan media sosial seperti Instagram dan Facebook untuk menggaet pengunjung khususnya milenial.

"Setiap tahunnya pengunjung di M.H. Thamrin ini selalu meningkat, sebagian besar pengunjungnya mahasiswa dan pelajar. Kebetulan Museum M.H. Thamrin ini tergabung dalam pengelolaan Museum Kesejarahan, terdiri dari Museum Sejarah Jakarta, Museum Prasasti, Museum Djoeng 45, dan Museum M.H. Thamrin," jelas Istiqomah saat ditemui Merdeka.com di Museum M.H. Thamrin, Jakarta (10/11).

2019 Merdeka.com/Yuni

Museum M.H. Thamrin terus mengadakan event-event untuk meramaikan museum dan menarik pengunjung datang ke museum ini. Istiqomah menjelaskan timnya juga selalu memberikan informasi-informasi kegiatan yang dilakukan melalui media sosialnya seperti Instagram dan facebook.

2019 Merdeka.com/Yuni

"Untuk dekat-dekat ini akan ada pameran temporer dari tanggal 14 Oktober sampai - 14 November dan untuk memperingati hari museum Indonesia ini akan ada Gerebek Museum jadi acara dari dinas pariwisata, mengunjungi museum-museum yang ada di Jakarta. M.H. Thamrin dapat jadwal tanggal 16 dan 23 Oktober," ungkap Istiqomah. [ded]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini