Geledah kos terduga teroris, polisi sita dokumen berangkat ke Suriah

Senin, 19 Juni 2017 15:30 Reporter : Darmadi Sasongko
Densus 88. ©2016 merdeka.com/andrian salam wiyono

Merdeka.com - Rumah kos terduga teroris yang diamankan di Kabupaten Malang, ternyata hanya dipisahkan jalan dengan Kantor Koramil. Rumah warna putih yang sehari-hari sebagai tempat berjualan sudah ditinggali sekitar setahun terakhir.

Terduga teroris atas nama Syahrul Munif (35) diamankan Tim Densus 88 Antiteror Senin (19/6) sekitar pukul 08.30 WIB. Pelaku diamankan 20 meter dari tempat kosnya, Jalan Wijaya 11 A, Desa Pagentan, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang. Pria kelahiran Jember, 9 Juli 1982 ini tercatat sebagai warga Perum Bumi Mondoroko Raya AJ - 69 Rt. 4/13 Desa Watugede Kecamatan Singosari Kabupaten Malang.

Syahrul merupakan jaringan JAD (Jemaah Ansharut Daulah) yang terhubung dengan Helmi Alamudi (Yayasan Mega Mendung Pisang Candi), Abdul Hakim (Embong Arab) dan Junaidi (Bumiayu). Ketiga orang tersebut sudah diamankan Densus 88. Terduga teroris diamankan di Markas Komando Brimob Batalyon B Malang dan selanjutnya akan dibawa ke Jakarta.

"Terduga sudah diamankan dan dibawa ke Jakarta," kata AKBP Yade Setiawan Ujung, Kapolres Malang di TKP, Senin (19/6).

Polres Malang hanya membantu tim Densus 88 Antiteror yang melakukan penggerebekan terduga teroris. Selanjutnya proses hukum akan diserahkan pada Tim Densus Antiteror.

"Dilakukan penggeledahan, ditemukan segala dokumen keberangkatan ke Suriah dan buku tabungan. Serta buku-buku, tadi di dalam ada istri dan iparnya," jelas Ujung.

Terduga pernah berangkat ke Suriah tahun 2013-2014 selama sekitar enam bulan. Dia diduga bagian dari Kelompok Abu Jandal yang sudah tewas dalam pertempuran di Suriah. [noe]

Topik berita Terkait:
  1. Terorisme
  2. Malang
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Subscribe and Follow

Temukan berita terbaru merdeka.com di email dan akun sosial Anda.