Gelapkan Arisan Online Capai Rp7 Miliar, Bidan di Muba Serahkan Diri ke Polisi

Selasa, 20 April 2021 22:03 Reporter : Irwanto
Gelapkan Arisan Online Capai Rp7 Miliar, Bidan di Muba Serahkan Diri ke Polisi borgol. shutterstock

Merdeka.com - Setelah menjadi buronan sejak Februari 2021 karena menggelapkan uang arisan online, seorang bidan bernama Indri Apria Sari (24) menyerahkan diri ke kantor polisi. Tak tanggung-tanggung, total kerugian para korban mencapai Rp 7 miliar.

Pelaku yang tinggal di Desa Mangun Jaya, Kecamatan Babat Toman, Musi Banyuasin (Muba), Sumatera Selatan, itu datang ke kantor polisi bersama pengacara dan keluarganya, Senin (19/4). Selama beberapa bulan, dia bersembunyi di Palembang karena takut dari buruan para korban dan polisi.

Kasatreskrim Polres Muba AKP Ali Rojikin mengungkapkan, kejahatan tersangka berlangsung selama enam bulan terhitung September 2020 hingga Maret 2021. Kasus ini terungkap setelah salah seorang korban melapor dan disusul para korban lain.

"Benar, tersangka menyerahkan diri ke kantor polisi kemarin kasus arisan online. Dia seorang bidan dan langsung kami tahan," ungkap Ali, Selasa (20/4).

Dia menjelaskan, tersangka menawarkan arisan online jenis get lelang dan get duel melalui Facebook, WhatsApp, dan Instagram. Sejak dimulai tahun lalu, sedikitnya 200 orang bergabung dengan arisan yang dikelola tersangka.

"Korbannya berasal dari Sumsel, Jakarta, Jawa, sampai Kalimantan. Cukup banyak anggotanya," kata dia.

Tersangka diketahui memiliki iktikad tidak baik setelah banyak anggotanya yang mendapat keuntungan dalam waktu tempo yang ditentukan justru tak menerima hasil. Para korban sempat memberikan kesempatan bagi tersangka untuk membayarkan namun justru kabur sehingga komunikasi terputus.

"Hitungan sementara kerugian para korban mencapai Rp7 miliar. Nominal setiap anggota berbeda-beda, mulai belasan sampai puluhan juta," ujarnya.

Atas perbuatannya, tersangka dikenakan Pasal 372 dan 378 KUHP tentang penggelapan dan penipuan dengan ancaman empat tahun penjara. Barang bukti diamankan dokumen dan kuitansi pembayaran arisan get lelang dan get duel yang dikelola tersangka.

"Penyidik masih memeriksa tersangka sambil mendalami kasusnya," pungkasnya. [fik]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini