Geger wajan raksasa di Jawa Tengah

Jumat, 22 Juli 2016 05:33 Reporter : Muhamad Agil Aliansyah, Parwito
Geger wajan raksasa di Jawa Tengah Penemuan wajan raksasa di Batang. ©2016 merdeka.com/parwito
Benda menyerupai wajan (penggorengan) berukuran raksasa gegerkan warga Karang Asem, Kabupaten Batang, Jawa Tengah. Penemuan itu berawal ketika warga sedang melakukan renovasi masjid, Senin (18/7) siang.

Merdeka.com - Benda itu pertama kali ditemukan Siswanto (45), ketika sedang menggali pondasi Masjid Alfurqon di Desa Karangasem Utara, Kabupaten Batang, Jawa Tengah.

Kepala Dinas Pariwisata Batang, Bambang Supriyanto menjelaskan, saat itu pekerja sedang menggali menggunakan cangkul untuk membuat pondasi cakar ayam. Sekitar kedalaman 1 meter cangkul dipakai Siswanto mengenai benda keras.

"Tiba- tiba di kedalaman 1 meter menyentuh benda keras yang sudah tertutup tanah. Awalnya kita mengira hanya besi biasa namun setelah kita gali ternyata berbentuk lingkaran persis seperti penggorengan orang-orang zaman dahulu dan ukurannya cukup besar," kata Bambang di lokasi.

Menurut Bambang, ukuran wajan itu diperkirakan berdiameter sekitar 3 meter dan mempunyai ketebalan sekitar 10 sentimeter. Nantinya hasil penemuan langsung dilaporkan ke Dinas Pariwisata Provinsi Jawa Tengah untuk dilakukan penelitian. Selain itu, pihaknya juga telah melaporkan kejadian itu ke Balai Penelitian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Tengah di Yogyakarta.

Untuk menghindari kejadian yang tidak diinginkan, usai ditemukan, petugas kepolisian Polres Batang garis polisi. Langkah ini dilakukan supaya barang temuan ini tidak mengalami kerusakan.

"Jika masuk salah satu benda purbakala maka akan kita serahkan ke Pemerintah Provinsi. Sampai saat ini, kita masih menunggu petugas dari Provinsi Jawa Tengah, kita takut jika digali nantinya bisa merusak benda tersebut. Karena peralatan yang digunakan hanya cangkul," kata dia.

Petugas Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Tengah langsung menelusuri temuan ini dan mengaitkan dengan sejarah perkembangan pabrik gula di masa lalu. Berdasarkan penelusuran sejarah dan literatur yang ada, disebutkan sejak 1830 terdapat tiga pabrik gula di Pekalongan yang beroperasi untuk menggiling tebu-tebu gubernemen saat zaman Belanda.

Dua pabrik gula itu di antaranya dioperasikan oleh orang-orang China yaitu Gou Kan Tjou di Desa Wonopringo dan Tan Hong Jan di Desa Klidang.

"Ini bisa jadi pintu masuk untuk mengungkap sejarah Kabupaten Batang. Setidaknya melengkapi khasanah sejarah tentang pabrik gula yang sudah ada," ungkap petugas Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Tengah, Bagus Ujianto disela penelitian Wajan raksasa di Masjid Al-Furqon, Desa Karangasem Utara, Kecamatan Batang, Jawa Tengah Kamis (21/7) siang.

Bagus menduga, wajan raksasa itu digunakan dalam proses pembuatan gula di pabrik gula yang sudah lama tak beroperasi lagi. Namun, untuk memastikan usia pabrik gula dan wajan raksasa tersebut, pihaknya akan melakukan uji laboratorium terhadap kandungan logamnya.

Wajan berdiameter 2,67 meter itu harus dibersihkan dulu dari sisa sisa tanah yang menempel maupun karat logam. Sisa serpihan karat dan lapisan tanah yang ditemukan akan di uji kimia di laboratorium untuk mengetahui kandungan karbon sekaligus menentukan umur logam.

"Kami menduga, ini peninggalan pabrik gula masa kolonial. Untuk kepastiannya harus diuji dahulu di laboratorium. Selain melakukan uji laboratorium, kita juga bisa melakukan uji konteks kesejarahan. Sehingga kami juga mengumpulkan semua informasi yang ada," ujar dia.

Tak kalah menarik:

Mengunjungi masjid berkonstruksi mirip Pura dan tertua di Solo

Saksi Bisu Kelamnya Sejarah Perbudakan di Amerika

Ini wajan raksasa yang gegerkan warga Batang [gil] SELANJUTNYA

Topik berita Terkait:
  1. Wajan Raksasa
  2. Batang
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini