Seks dan bola (1)

Geger trio Perancis kencani pelacur di bawah umur

Minggu, 3 Juni 2012 09:42 Reporter : Ardyan Mohamad
Geger trio Perancis kencani pelacur di bawah umur Tim Prancis. merdeka.com/REUTERS/Charles Platiau

Merdeka.com - Sepakbola di masa kini telah menjadi industri bernilai miliaran dolar. Bintang lapangan hijau bergelimang uang yang diperoleh baik dari klub hingga menjadi ikon iklan sebuah produk. Status mereka tidak hanya sebatas atlet, tapi serupa bintang film. 

Di tengah kehidupan glamor pesepakbola dunia, gadis-gadis cantik berada di sekelilingnya. Cerita mengenai skandal seks pemain bola pun akhirnya kerap menghiasi halaman depan media.

Salah satu kasus yang paling menggegerkan adalah skandal yang menerpa bintang-bintang tim nasional Perancis dua tahun lalu. Trio pesepakbola andalan tim nasional Perancis yakni Karim Benzema, Frank Ribery, dan Sidney Govou tertangkap tangan memanfaatkan jasa pelacur di bawah umur, seperti yang dilansir the Daily Mail (22/4/2010).

Skandal ini terkuak ke publik setelah Kepolisian Perancis berhasil membongkar praktik prostitusi ilegal di Café Zaman yang merupakan sebuah rumah bordil daerah Champs Elysee, Ibu Kota Paris. Zahia Dehar, gadis berusia 18 tahun keturunan Maroko adalah salah satu pelacur yang diamankan pihak kepolisian setempat.

Nama tiga pemain yang tengah bersinar tersebut tercoreng karena mengencani Dehar. Merujuk hukum Perancis, berhubungan seks dengan perempuan di bawah umur termasuk kejahatan. 

Ribery adalah pemain yang pertama kali memakai jasa Dehar. Pemain yang kini membela Bayern Munich tersebut membayar gadis itu hingga 2.000 euro atau setara Rp 29 juta untuk sekali kencan. Kepada polisi, gelandang serang andalan Perancis tersebut mengaku pertama kali mengenal pelacur tersebut di Jerman pada 2009.

Sialnya, pemain yang saat itu berusia sekitar 27 tahun ketagihan. Ribery pula yang mengajak ujung tombak timnas Perancis Karim Benzema dan pemain sayap timnas ayam jantan Sidney Govou, turut serta melakukan pesta seks dengan Dehar saat liburan di Perancis.

Kepada media, Dehar mengaku tidak memberi tahu Ribery soal umurnya. Alasannya, Dehar mencintai Ribery. Gadis ini bahkan pernah merayakan ulang tahun bersama sang pemain bintang itu. Dia menilai ketiga pesepakbola itu memperlakukan dia dengan ‘hormat’ dan seharusnya tidak dipersoalkan apalagi dipenjara.

Setelah kasus ini terkuak dan ketiganya diamkankan polisi, trio Perancis bersumpah tidak tahu Dehar di bawah umur. Ancaman hukuman trio pesepakbola ini tidak main-main. Mereka bisa terkena denda hingga Rp 580 juta atau kurungan tiga tahun.

Kekesalan publik Prancis semakin memuncak. Sebab, kasus ini muncul hanya beberapa bulan menjelang perhelatan sepakbola terbesar, Piala Dunia 2010 di Afrika Selatan. Ketiganya terancam tidak bisa memperkuat tim nasional bila terbukti bersalah di pengadilan.

Karir ketiganya akhirnya aman. Mereka tetap dipanggil memperkuat tim nasional. Pelatih Prancis saat itu, Raymond Domenech tidak mempedulikan kasus itu. Sementara sang pelacur, Dehar, kini justru menjadi model pakaian dalam. Gadis ini semakin kaya raya setelah kisah hidupnya dijadikan buku.

  [oer]

Topik berita Terkait:
  1. Seks Dan Bola
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini