Gebrakan Risma Atasi Sampah di Surabaya Agar Tak Menggunung

Jumat, 9 Agustus 2019 06:10 Reporter : Fellyanda Suci Agiesta
Gebrakan Risma Atasi Sampah di Surabaya Agar Tak Menggunung Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini. ©2014 merdeka.com/moch andriansyah

Merdeka.com - Sampah menjadi persoalan paling rumit saat ini. Perlu diketahui, tiap-tiap kota di Indonesia pasti menghasilkan sampah. Hanya saja, berbagai kota itu memiliki cara masing-masing untuk mengolah sampah. Salah satunya Surabaya.

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini punya cara jitu untuk atasi sampah-sampah yang menumpuk di Surabaya. Berikut cara Risma saat mengatasi masalah sampah:

1 dari 4 halaman

Bank Sampah

Warga surabaya terbiasa mengolah sampah secara mandiri. Wali Kota Tri Rismaharini mengatakan, ada warga yang mengelola sampah dengan memisahkan sampah organik dan anorganik. Sampah organik akan dibuat kompos dan anorganik akan disetor ke bank sampah. Setiap satu bulan akan dijual. Dari hasil penjualan sampah itu merupakan tabungan dari setiap keluarga.

"Mereka akan mencatat misalkan sampah botol plastik, berapa sampah kertas. Itu nanti ditimbang karena masing-masing ada harganya, yang mereka dapat berapa. Tiap bulan dijual dan dinamakan bank. Uangnya disimpan kalau mereka butuh diambil," kata Risma.

Risma menuturkan, total biaya dari bank sampah itu sekitar Rp87 juta. Selain itu, Pemkot Surabaya juga memiliki tempat pengolahan sampah terpadu.

2 dari 4 halaman

Menggunakan Alat Pengelolaan Sampah

Wali Kota Tri Rismaharini mengatakan bahwa Surabaya memiliki alat pengelolaan sampah seharga Rp 30 miliar. Risma menyebut alat ini bisa efisien mengatasi sampah bilang di pantau dan dikontrol.

"Itu kita pantau betul kuncinya di monitoring dan kontrol sehingga mungkin efisien. Dan karena sampah itu turun, dan kemudian kita gunakan alat konvektor untuk angkut sehingga anggaran kita semakin lama semakin turun," kata Risma.

3 dari 4 halaman

Masyarakat akan Mencontoh Pemerintah

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mengatakan, untuk mendorong masyarakat peduli terhadap sampah juga dimulai dari pemerintah yang memberikan contoh kepada masyarakat.

"Pertama kita harus bersih dulu pemerintah. Bagaimana paksakan masyarakat untuk kelola sampah, tugas tidak kami lakukan. Tugas pemerintah, saya tidak mau kotor, masyarakat dan pemerintah sudah lakukan, minimal tidak membuat kotor. Tidak membuang sampah sembarangan," ujar Wali Kota Perempuan pertama di Surabaya ini.

4 dari 4 halaman

Membuat Rumah Kompos

Untuk tangani sampah di Surabaya, Walkot Surabaya Tri Rismaharini membuat rumah kompos sebanyak 28 buah. Dengan adanya rumah kompos ini, bisa mengurangi sebagian sampah yang akan dibuang ke TPA. Selain itu, akan ada banyak kompos-kompos yang dihasilkan.

"Taman itu kalau saya rawat dengan kimia itu mahal sekali, sehingga saya membuat rumah kompos. Rumah kompos yang itu jumlahnya banyak sekali di Surabaya sekitar 28 rumah kompos. Ini yang mengurangi sampah yang kita buang ke TPA," kata Risma. [has]

Baca juga:
Terjebak Macet, Risma Naik Ojek Online ke Lokasi Kongres PDIP di Bali
Cuitan Anggota TPPU Anies Dinilai Serang Pribadi Risma, Pemkot Kaji Upaya Hukum
Jawaban-Jawaban Kepala Daerah Jika Diminta Jadi Menteri
NasDem Goda Risma, PDIP Tegaskan Tak Pernah Comot Kader Partai Lain
Anies Baswedan vs Bestari Barus Soal Sampah, Sampai Bawa Nama Tri Rismaharini
Rahasia Risma Bikin Harga Cabai di Surabaya Tetap Stabil

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini