Gebrakan Iriawan di Polda Metro, dari kasus Rizieq hingga sabu 1 ton

Jumat, 21 Juli 2017 05:03 Reporter : Nur Habibie, Muhamad Agil Aliansyah
Gebrakan Iriawan di Polda Metro, dari kasus Rizieq hingga sabu 1 ton Kapolda Metro Jaya pantau tol Cikampek 1. ©2017 merdeka.com/ronald

Merdeka.com - Kapolda Metro Jaya Irjen Mochammad Iriawan dirotasi menjadi Asisten Operasi (Asops) Kapolri. Keputusan itu sesuai Surat Telegram Polri dengan nomor ST/1768/VII/2017 tertanggal 20 Juli 2017.

Posisi yang ditinggal oleh Iriawan, nantinya akan digantikan oleh Irjen Pol Idham Azis yang sebelumnya menjabat Kadiv Propam Mabes Polri. Sedangkan posisi Kadiv Propam diisi oleh Brigjen Martuani Sormin yang sebelumnya jabat Kapolda Papua Barat.

Sejumlah gebrakan ditorehkan Iriawan sejak resmi menjabat Kapolda Metro Jaya pada 23 September 2016 lalu. Beberapa kasus diusut bahkan membuat nama Akpol lulusan 1984 ini semakin bersinar.

Seperti pengamanan aksi bela Islam dilakukan sejumlah ormas pada 2 Desember 2016 lalu. Iriawan terjun langsung bersama Presiden Joko Widodo memantau aksi terkait kasus dugaan penistaan agama dilakukan mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama.

Mantan Kadiv Propam ini pun turut langsung mengamankan aksi serupa pada 4 November. Keterlibatannya ini tak luput dari komitmen para ormas yang menjanjikan aksi damai dalam kegiatan tersebut.

Nama Iriawan semakin kinclong setelah sejumlah kasus yang menyita masyarakat diselesaikan anak buahnya. Seperti kasus pembunuhan sadis di Pulomas, Jakarta Timur. Perampokan disertai pembunuhan di kawasan Daan Mogot, Jakarta Barat. Hingga penembakan terhadap Italia Chandra Kirana Putri (23) oleh pencuri motor di Karawaci, Tangerang.

Semua kasus tersebut terungkap semasa 10 bulan dirinya menjabat Kapolda Metro Jaya sejak September 2016 lalu. Bahkan kasus dugaan percakapan berkonten pornografi antara pimpinan Front Pembela Islam (FPI) Muhammad Rizieq Syihab dan Ketua Yayasan Solidaritas Sahabat Cendana Firza Husein, tak luput melambungkan namanya.

Dalam kasus ini, Polda Metro Jaya menetapkan dua orang tersebut sebagai tersangka. Status tersangka pimpinan Front Pembela Islam (FPI) ini melalui proses panjang. Namun, ketika penetapan, justru posisi Rizieq tengah berada di Arab Saudi. Padahal ketika jalani pemeriksaan Rizieq membantah bahwa dalam chat tersebut adalah dirinya dan Firza.

Meski begitu, Iriawan memilih terus melanjutkan kasus chat pornografi. Padahal tersangka Rizieq Syihab belum sama sekali memberikan keterangan. Penetapan tersangka Rizieq ini membuatnya dituding mengkriminalisasikan ulama. Kendati begitu, tudingan tersebut tak menyurutkan Iriawan menghentikan kasus ini.

Teranyar adalah kasus penyelundupan sabu satu ton dari China lewat pelabuhan gelap di kawasan Anyer, Serang, Banten. Tiga tersangka warga negara Taiwan diringkus dan satu ditembak mati dalam pengungkapan kasus ini. Beberapa saat setelah membongkar penyelundupan sabu ini Iriawan bahkan terjun langsung ke lokasi. Ketika itu dia menyebut sabu yang digagalkan kelas wahid dengan transaksi diperkirakan mencapai Rp 1,5 triliun.

Dengan sejumlah gebrakan kasus yang dilakukan Iriawan menjadi salah satu alasan Kapolri Jenderal Tito Karnavian merotasinya menjadi Asisten Kapolri. Bahkan Tito bakal mengganjar jabatan bintang tiga terhadap mantan Kapolda Jabar itu setelah menjadi Asisten Kapolri.

"Untuk itu beliau saya tarik ke Asisten Operasi itu naik menjadi asisten Kapolri. Tapi kita persiapkan juga beliau untuk jabatan yang lebih strategis. Insya Allah akhir tahun ini ada rotasi besar bintang tiga, mudah-mudahan nanti kita berikan promosi untuk itu," kata Tito usai melakukan acara halal bihalal bersama ormas Islam di gedung SMESCO, Pancoran, Jakarta Selatan, Kamis (20/7) malam. [gil]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini